periskop.id - Polres Metro Jakarta Pusat membantah keras narasi yang beredar di media sosial mengenai adanya penggunaan gas air mata oleh aparat keamanan saat menangani ketegangan di Jalan Salemba Raya, kawasan Paseban, Senen, Jakarta Pusat, Jumat (12/6) malam. Pihak kepolisian menegaskan situasi di lokasi kini telah aman dan kondusif.
Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Roby Heri Saputra menyampaikan, asap putih tebal yang terlihat membumbung tinggi dalam rekaman video viral di media sosial tersebut murni berasal dari Alat Pemadam Api Ringan (APAR). Alat tersebut disemprotkan oleh petugas di lapangan guna memadamkan kobaran api dari ban yang dibakar oleh massa.
"Betul, itu asap dari APAR. Tidak ada penggunaan gas air mata dalam pengamanan aksi unjuk rasa hari ini, baik di DPR, Dukuh Atas, Bundaran HI, maupun di Salemba," tegas Roby di Bundaran HI, Jumat (12/6).
Kericuhan berskala kecil sempat pecah di badan jalan dekat Rumah Sakit (RS) Carolus, Salemba. Sekelompok masyarakat yang tergabung dalam elemen massa aksi melakukan orasi hingga memicu kemacetan lalu lintas. Hal ini ditandai dengan riuh suara klakson kendaraan.
Ketegangan meningkat ketika massa mulai menyulut api pada ban bekas di tengah jalan. Namun, pergerakan tersebut tidak berlangsung lama lantaran aparat kepolisian yang bersiaga di sekitar lokasi langsung mengambil tindakan taktis untuk memadamkan sumber api.
"Benar, sempat terjadi gangguan di jalan oleh sekelompok masyarakat yang melakukan aksi. Mereka sempat mencoba membakar ban, tetapi segera dipadamkan oleh aparat yang berjaga di lokasi. Saat ini keadaan sudah kondusif dan terkendali," jelas Roby.
Roby juga memastikan, dalam insiden penertiban di kawasan Salemba tersebut, tidak ada satu pun pengunjuk rasa yang ditangkap oleh petugas.
"Sampai saat ini belum ada yang diamankan," ungkap Roby.
as a preferred
Tinggalkan Komentar
Komentar