periskop.id - Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) telah melakukan simulasi terhadap sistem persinyalan kereta api pascainsiden kecelakaan di Stasiun Bekasi Timur.

 

Hal itu disampaikan Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi. Menurutnya, simulasi tersebut sebagai bagian dari investigasi insiden KA Argo Bromo Anggrek yang menabrak KRL.

 

Dudy mengatakan, simulasi tersebut guna memahami kemungkinan penyebab teknis, khususnya terkait fungsi dan respons sistem persinyalan saat kejadian.

 

Dengan begitu, kata dia, KNKT bisa mendapatkan gambaran utuh mengenai dinamika teknis di lapangan, termasuk soal penyebab kecelakaan.

 

“Hasil simulasi menjadi bahan penting dalam mengidentifikasi faktor penyebab kecelakaan serta potensi kelemahan system,” tutur Menhub Dudy di Stasiun Bekasi Timur, Rabu (29/4).

 

Dudy menegaskan Kementerian Perhubungan memberikan dukungan penuh terhadap seluruh rangkaian proses investigasi tersebut. Sinergi antarlembaga diharapkan mampu mempercepat penemuan fakta autentik.

 

Investigasi ini berjalan secara menyeluruh dan objektif. Tim ahli di lapangan mengumpulkan data primer guna memastikan akurasi temuan.

 

Faktor keselamatan menjadi sorotan utama dalam proses evaluasi operasional ini. Kemenhub berkomitmen memperbaiki standar prosedur berdasarkan rekomendasi akhir.

 

KNKT juga mengedepankan basis data lapangan dalam menarik kesimpulan. Hal ini dilakukan agar mitigasi risiko di masa depan lebih tepat sasaran.

 

“Kami tekankan kembali bahwa aspek keselamatan sebagai prioritas utama,” katanya.