periskop.id – Juru Bicara Kemenhaj, Maria Assegaff menjelaskan sebanyak 57.955 jemaah haji Indonesia yang tergabung dalam 149 kloter telah tiba di Madinah. Data ini merupakan capaian hingga hari kesebelas operasional haji 1447 H/2026 M.
“Alhamdulillah, proses pemberangkatan dan pergerakan jemaah berjalan lancar. Petugas terus bersiaga di seluruh titik layanan untuk memastikan jemaah dapat menjalankan ibadah dengan aman, nyaman, dan tertib,” ujar Maria, Jumat (1/5).
Secara keseluruhan, pemerintah telah memberangkatkan 159 kloter dari tanah air menuju Arab Saudi. Total jemaah yang telah terbang mencapai 62.193 orang dengan pendampingan 689 petugas kloter.
Kondisi di Madinah terpantau kondusif meski arus kedatangan jemaah terus mengalir deras. Petugas di lapangan tetap bersiaga memandu jemaah yang baru mendarat menuju hotel masing-masing.
Selain kedatangan, Maria juga mencatat adanya pergerakan jemaah dari Madinah menuju Makkah. Sebanyak 4.871 jemaah dari 12 kloter dilaporkan telah meninggalkan Madinah untuk melanjutkan rangkaian ibadah.
Di Makkah sendiri, saat ini tercatat sudah ada 1.551 jemaah dari empat kloter yang bersiap. Mereka mulai melakukan umrah wajib dan persiapan menuju puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina.
Mengenai kondisi kesehatan di lapangan, tim medis melaporkan 4.246 jemaah telah menjalani rawat jalan. Sebagian besar jemaah memerlukan penyesuaian kondisi tubuh dengan cuaca setempat.
Beberapa jemaah membutuhkan penanganan lebih serius sehingga harus dirujuk ke fasilitas kesehatan. Sebanyak 70 jemaah dibawa ke Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI).
Terdapat pula jemaah yang harus mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Arab Saudi (RSAS). Total ada 101 jemaah yang dirujuk ke RSAS, dengan 42 orang di antaranya masih dalam perawatan intensif.
Kemenhaj juga melaporkan duka cita atas wafatnya jemaah di tanah suci. Hingga 30 April, tercatat sebanyak lima orang jemaah meninggal dunia selama masa operasional ini.
Menanggapi dinamika lapangan, Maria mengingatkan pentingnya kepatuhan terhadap aturan bagi seluruh pihak termasuk KBIHU. Hal ini bertujuan demi menjaga keselamatan seluruh jemaah selama di Arab Saudi.
Pihak kementerian menegaskan tidak akan menoleransi segala bentuk pelanggaran aturan atau aktivitas non-prosedural. Pengawasan akan terus diperketat di setiap titik krusial.
“Keselamatan dan perlindungan jemaah adalah prioritas utama. Tidak ada kompromi terhadap pelanggaran aturan dalam penyelenggaraan ibadah haji,” katanya.
Kemenhaj juga mengingatkan jemaah agar mewaspadai suhu panas di Makkah dan Madinah yang berkisar antara 35 hingga 39 derajat Celsius.
Jemaah diimbau menggunakan alat pelindung diri (APD) sederhana seperti payung, topi, masker, alas kaki yang nyaman, serta memperbanyak konsumsi air putih.
“Cuaca di Tanah Suci cukup panas. Jemaah diharapkan tidak memaksakan aktivitas di siang hari dan selalu menjaga kondisi tubuh agar tetap fit selama menjalankan ibadah,” tutup Maria.
Tinggalkan Komentar
Komentar