periskop.id - Presiden Prabowo Subianto mengajak motivator sekaligus pengusaha asal Amerika Serikat, Anthony Robbins, hadir dalam acara bersama 12 ribu penggerak dan mitra program makan bergizi gratis (MBG) di Bogor, Jawa Barat. Di hadapan ribuan hadirin itu, Prabowo memperkenalkan pria yang akrab disapa Tony tersebut sebagai sahabat pribadinya.

Presiden Prabowo Subianto menjelaskan alasannya mengundang motivator sekaligus pengusaha asal Amerika Serikat, Anthony Robbins, ke acara program makan bergizi gratis (MBG) karena tertarik pada isu pangan. Sosok yang akrab disapa Tony tersebut hadir langsung di hadapan 12 ribu penggerak serta mitra program di Bogor, Jawa Barat.

Advertisement

"Dari kecil beliau menghadapi tantangan karena berasal dari keluarga yang sangat miskin," ujar Prabowo saat memperkenalkan Robbins dalam acara Building Indonesia's Future Generations Through Nutrition di Bogor, Jawa Barat, Rabu (3/6).

Prabowo menganggap Robbins sebagai sahabat pribadinya yang memiliki kesamaan visi. Keduanya sama-sama fokus pada upaya penuntasan masalah kelaparan masyarakat.

Robbins merupakan motivator berusia 66 tahun kelahiran California, Amerika Serikat, pada 29 Februari 1960. Pria keturunan Kroasia ini sangat populer lewat berbagai seminar motivasi global dan buku pengembangan diri.

Karier menulisnya dimulai lewat buku Unlimited Power (1986) saat berusia 26 tahun. Buku keduanya, Awaken The Giant Within (1991), sukses besar hingga terjual empat juta eksemplar di dunia.

Ia juga meluncurkan buku sukses lain seperti Money Master the Game (2014). Karya terbarunya berjudul Life Force terbit pada 2026.

Masa kecil Robbins diwarnai keterbatasan ekonomi hingga keluarganya sulit menyajikan makanan layak. Titik balik hidupnya terjadi usia 12 tahun saat menerima bantuan makanan dari seorang dermawan.

Pengalaman masa kecil itu memicu kepedulian besarnya terhadap isu kelaparan global. Robbins memilih pergi dari rumah pada usia 17 tahun dan sempat bekerja sebagai petugas kebersihan.

Nasibnya berubah setelah ia sukses membangun karier bidang motivasi dan wirausaha. Ia lalu mendirikan gerakan 100 Million Meals Challenge bersama lembaga Feeding America pada 2014.

Program tersebut sukses melampaui target distribusi 100 juta porsi makanan per tahun. Gerakan ini memanfaatkan jaringan bank makanan dan pantry di seluruh wilayah Amerika Serikat.

Nama program tersebut berganti menjadi Billion Meals Challenge pada 2019 dengan target satu miliar porsi makanan. Target besar ini berhasil tercapai dua tahun lebih cepat dari target awal 2025.

Robbins kemudian meluncurkan gerakan skala global 100 Billion Meals Challenge pada 2023. Ia berkolaborasi dengan mantan Direktur Eksekutif Program Pangan Dunia PBB, David Beasley.

Perjalanan karier Robbins juga sempat diterpa beberapa catatan hukum dan kontroversi. Penulis Wade Cook pernah menggugat dirinya terkait dugaan pelanggaran hak cipta pada 2000.

Media BuzzFeed News juga sempat menerbitkan laporan dugaan pelecehan seksual yang menyeret namanya pada 2019. Robbins membantah tuduhan itu dan balik menuntut media tersebut atas pencemaran nama baik.

"Beliau juga salah satu yang mempelopori pemberian makan kepada orang-orang yang kelaparan di seluruh dunia, tidak hanya di negaranya sendiri," ujarnya.