iklan periskop
Nasional

Semeru Erupsi, Awan Panas Meluncur 4 Km ke Besuk Kobokan

Gunung Semeru erupsi Kamis petang dengan kolom letusan 1.500 meter. Awan panas menyertai erupsi dengan jarak luncur 4 km ke arah Besuk Kobokan.

1 bulan yang lalu · 2 mnt baca
gunung semeru, erupsi
Gunung Semeru erupsi dengan tinggi letusan 700 meter di atas puncak pada Minggu (17/5/2026) pagi. Foto oleh PVMBG
Ukuran teks
Sedang

Periskop.id - Gunung Semeru di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, erupsi pada Kamis petang pukul 16.37 WIB. Luncuran awan panas menyertai letusan tersebut, menjangkau jarak 4 km ke arah Besuk Kobokan.

Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Liswanto, menerangkan kolom letusan yang terbentuk tercatat setinggi sekitar 1.500 meter di atas puncak, atau berada pada ketinggian 5.176 meter di atas permukaan laut.

"Telah terjadi erupsi Gunung Semeru, pukul 16.37 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 1.500 meter di atas puncak atau 5.176 meter di atas permukaan laut," kata Liswanto dalam laporan tertulis di Lumajang, Kamis.

Liswanto merinci, kolom abu tampak berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang dan condong ke arah tenggara. Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi sementara sekitar 6 menit 40 detik.

"Saat erupsi telah terjadi awan panas dengan jarak luncur 4 km ke arah Besuk Kobokan dan erupsi masih berlangsung saat laporan sedang dibuat," tuturnya.

Ia menambahkan, aktivitas vulkanik Gunung Semeru saat ini berada pada status Level III atau Siaga. Karena itu, masyarakat direkomendasikan tidak melakukan aktivitas apa pun di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan hingga sejauh 13 km dari puncak.

"Di luar jarak tersebut, masyarakat juga tidak boleh melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak," ujarnya.

Di samping itu, warga juga dilarang beraktivitas dalam radius 5 km dari kawah atau puncak Gunung Semeru. Kawasan tersebut dinilai rawan terhadap bahaya lontaran batu pijar.

Kewaspadaan serupa berlaku di sepanjang aliran sungai dan lembah yang berhulu di puncak Semeru, mengingat potensi awan panas, guguran lava, dan lahar yang sewaktu-waktu dapat terjadi.

"Terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan," kata Liswanto.

Baca berita dan informasi lainnya mengenai Pos Pengamatan Gunung Semeru, erupsi gunung, dan gunung mahameru dengan mengeklik tautan.

Gimana reaksimu soal berita ini?

Rekomendasi untukmu

Geser →

Komentar (0)

Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.

Belum ada komentar.