Periskop.id - BYD menguji sistem bantuan mengemudi generasi terbaru pada sedan listrik Seal. Langkah ini merupakan bagian dari strategi produsen kendaraan listrik asal China itu untuk mengurangi ketergantungan pada chip Nvidia yang selama ini mendominasi pasar kendaraan otonom.

Teknologi yang sedang diuji adalah Horizon SuperDrive (HSD) 2.0 buatan Horizon Robotics. Berdasarkan laporan Carnewschina, pengujian dilakukan langsung oleh Chairman BYD Wang Chuanfu bersama CEO Horizon Robotics Yu Kai.

Sistem tersebut dirancang menghadirkan kemampuan berkendara cerdas dengan biaya lebih rendah dibandingkan solusi berbasis Nvidia. Dengan selisih harga yang signifikan, HSD 2.0 berpotensi memperkuat daya saing mobil listrik BYD di pasar global.

Efisiensi biaya menjadi salah satu keunggulan utama sistem ini. BYD disebut mampu menghemat sekitar US$588 atau setara Rp9,6 juta untuk setiap kendaraan yang menggunakan perangkat lunak dan chip dari Horizon Robotics.

Penghematan itu dinilai krusial di tengah persaingan ketat industri mobil listrik China yang terus menekan marjin produsen.

Menariknya, BYD sebenarnya sudah memiliki chip buatannya sendiri bernama Xuanji A3. Namun, chip tersebut belum akan diterapkan pada model produksi massal dalam waktu dekat.

Berdasarkan laporan Carnewschina, penerapan Xuanji A3 baru dijadwalkan dimulai pada 2027, khusus untuk lini premium Denza. Model dengan volume penjualan tinggi, termasuk BYD Seal, masih akan mengandalkan solusi dari pemasok eksternal seperti Horizon Robotics.

Langkah BYD ini mencerminkan pergeseran strategi yang lebih luas di industri otomotif China. Berbagai produsen kendaraan listrik di sana kini semakin gencar menggandeng perusahaan semikonduktor lokal sebagai alternatif dari teknologi asing.

Horizon Robotics menjadi salah satu nama yang paling sering dipilih dalam tren ini. Kerja sama antara Wang Chuanfu dan Yu Kai dalam pengujian langsung BYD Seal dinilai menjadi sinyal serius atas arah kolaborasi kedua perusahaan ke depan.

Dengan efisiensi biaya yang ditawarkan HSD 2.0 dan jadwal penerapan chip Xuanji A3 yang baru dimulai 2027, BYD tampaknya memilih pendekatan bertahap. Chip pihak ketiga dari pemasok lokal dioptimalkan terlebih dahulu untuk model bervolume tinggi, sementara chip internal disiapkan untuk segmen premium.