Periskop.id - Presiden Prabowo Subianto menyoroti panjangnya rantai distribusi hasil pertanian yang selama ini dinilai membuat petani dan konsumen tidak menikmati keuntungan secara optimal.

Hal itu disampaikan Prabowo dalam Taklimat Presiden pada Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin (20/7). Menurut dia, hasil pertanian dari petani harus melewati terlalu banyak pihak sebelum sampai ke tangan konsumen.

“Kalau kita lihat selama ini petani jual ke pedagang pengumpul, pedagang pengumpul ke distributor, distributor ke sub distributor, sub distributor ke pedagang grosir, pedagang grosir ke pedagang retail, satu, dua, tiga, empat, lima, lima pihak baru ke konsumen,” kata Prabowo.

Prabowo mengungkap peran pihak penengah atau perantara (middleman) yang dianggap terlalu banyak memperoleh keuntungan dari jalur distribusi yang panjang.

“Jadi yang dinikmati oleh petani hanya 30% atau sepertiga, yang dinikmati oleh konsumen 30%, yang 40% dinikmati oleh middleman. Ya sulit untuk ada kemakmuran,” ucapnya.

Untuk memangkas persoalan tersebut, Prabowo menyinggung peran Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Ia menilai koperasi dapat menjadi instrumen untuk memperpendek rantai distribusi pangan sehingga margin tidak lagi terlalu besar dinikmati oleh perantara.

“Dengan Koperasi Merah Putih, KDMP, marginnya kurang lebih 5 sampai 10 persen, saya kira koperasi ambil 5 persen sudah cukup,” katanya.

Prabowo mengatakan, jika margin distribusi dapat ditekan, sisa keuntungan bisa lebih banyak dinikmati oleh petani dan konsumen.

“Berarti sisanya bisa dinikmati oleh petani dan konsumen,” tutupnya.