iklan periskop
Nasional

Korban Tewas Drag Race Kotamobagu Jadi 8 Orang

Jumlah korban tewas tragedi drag race di Kotamobagu bertambah jadi delapan orang. Polisi masih menelusuri penyebab pasti kecelakaan.

1 jam yang lalu · 2 mnt baca
Kecelakaan drag race di Kotamobagu, Sulawesi Utara. Instagram/@juniorarcelio
Kecelakaan drag race di Kotamobagu, Sulawesi Utara. Instagram/@juniorarcelio
Ukuran teks
Sedang

Periskop.id - Korban tewas dalam tragedi drag race maut di Kelurahan Upai, Kecamatan Kotamobagu Utara, Sulawesi Utara, bertambah menjadi delapan orang. Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Kotamobagu AKP Luster Simanjuntak membenarkan penambahan jumlah korban dari kecelakaan yang terjadi Minggu (9/8).

Luster menuturkan, jumlah korban meninggal terus bertambah sejak insiden tersebut terjadi. Ia juga menyebutkan sebagian korban yang terdampak dalam tragedi ini masih berusia anak-anak.

"Jumlah korban meninggal dunia dalam peristiwa tersebut saat ini telah mencapai delapan orang," ujar Luster Simanjuntak saat memberikan keterangan di Kotamobagu, Senin (10/8).

Korban teranyar yang dilaporkan meninggal adalah Ali Jojang, warga Bilalang IV. Ali sempat menjalani perawatan medis akibat luka berat di Rumah Sakit Monompia sebelum akhirnya mengembuskan napas terakhir.

"Beberapa korban yang terdampak dalam tragedi ini diketahui masih berusia anak-anak," imbuh Luster.

Tujuh korban tewas lainnya yang lebih dulu dilaporkan meninggal adalah Harianti Mokoginta asal Bilalang III Utara, Nilawati Mokodongan asal Pontodon Induk, Lisma Mokoginta asal Bilalang Utara, Ali Ponamon asal Pontodon Induk, Risna Longkun asal Bilalang Baru, Biyo Mokoagow asal Bilalang III, dan Rugaina Menangin asal Bilalang IV.

Kecelakaan bermula saat satu unit mobil Honda Jazz yang berlaga di kelas Free For All (FFA) kehilangan kendali ketika memacu kecepatan tinggi di lintasan balap.

Mobil yang dikemudikan Tian Ngantung dari Tim Pangeran 05 McJoe asal Gorontalo itu melenceng keluar jalur dan menerjang kepadatan penonton di sekitar area lintasan.

Polisi hingga kini masih mendalami penyebab pasti kecelakaan melalui pemeriksaan saksi-saksi dan pengumpulan rekaman video di lokasi kejadian.

"Penyidik masih mengumpulkan bukti dan keterangan untuk menentukan penyebab pasti kecelakaan serta memastikan ada atau tidaknya unsur pelanggaran hukum dalam peristiwa tersebut," pungkas Luster.

Baca berita dan informasi lainnya mengenai kecelakaan, balap mobil, dan Sulawesi Utara dengan mengeklik tautan.

Gimana reaksimu soal berita ini?

Rekomendasi untukmu

Geser →

Komentar (0)

Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.

Belum ada komentar.