Kemendukbangga Buka KB Gratis hingga 7 Oktober, Ini Cara Akses dan Pilihan Layanannya
Kemendukbangga/BKKBN membuka pelayanan KB gratis hingga 7 Oktober 2026 di fasilitas kesehatan terdaftar. Masyarakat bisa mengakses IUD, implan hingga metode lainnya

Periskop.id - Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN membuka pelayanan Keluarga Berencana (KB) gratis hingga 7 Oktober 2026 di fasilitas kesehatan yang telah terdaftar. Program nasional itu digelar dalam rangka Hari Kontrasepsi Sedunia yang diperingati setiap 26 September.
Pelayanan berlangsung sejak 7 September hingga 7 Oktober 2026. Informasi resmi Kemendukbangga/BKKBN di sejumlah provinsi menyebut masyarakat dapat mendatangi fasilitas pelayanan kesehatan KB yang terdaftar, termasuk layanan bergerak Mobil Unit Pelayanan KB (MUYAN KB) di wilayah yang menyediakannya.
Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga sekaligus Wakil Kepala BKKBN Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka menegaskan, program KB bukan ditujukan untuk menentukan berapa anak yang harus dimiliki sebuah keluarga.
"Kemendukbangga/BKKBN tidak ingin mematok anaknya berapa, tetapi yang paling penting adalah bisa melakukan perencanaan keluarga," ujar Isyana saat meninjau pelayanan KB di Tempat Praktik Mandiri Bidan (TPMB) Ayani, Kota Tangerang Selatan, Banten.
Dalam kunjungan tersebut, Isyana melihat pelayanan metode kontrasepsi jangka panjang atau MKJP mulai dari konseling, skrining dan pemeriksaan kesehatan, pemasangan IUD dan implan, hingga konseling setelah tindakan.
Tak Cuma IUD dan Implan
Jenis pelayanan yang tersedia dapat berbeda mengikuti fasilitas dan kondisi medis masing-masing peserta. Informasi Kemendukbangga/BKKBN Sumatera Utara menyebut rangkaian pelayanan gratis Hari Kontrasepsi Sedunia meliputi pil KB, suntik, implan, IUD, kondom, vasektomi, hingga tubektomi. Sementara program di Jawa Barat juga menyebut masyarakat dapat menentukan pilihan kontrasepsi setelah memperoleh informasi dan pendampingan tenaga kesehatan.
Karena setiap metode memiliki karakteristik, manfaat, efek samping dan persyaratan berbeda, masyarakat dianjurkan menjalani konseling terlebih dahulu sebelum memilih kontrasepsi.
WHO menekankan terdapat berbagai metode kontrasepsi sementara maupun permanen dan pemilihannya perlu disesuaikan dengan kebutuhan serta kondisi kesehatan individu. Di antara berbagai metode tersebut, kondom menjadi satu-satunya kontrasepsi yang sekaligus dapat membantu mencegah penularan infeksi menular seksual, termasuk HIV.
Cara Mendapatkan KB Gratis
Masyarakat yang ingin memanfaatkan program dapat mencari informasi melalui Penyuluh Keluarga Berencana/Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PKB/PLKB) di Balai Penyuluhan KB, dinas yang menangani KB di kabupaten/kota, bidan desa, maupun fasilitas kesehatan terdekat.
Program di Kabupaten Sidoarjo, misalnya, mengarahkan masyarakat untuk menghubungi Penyuluh KB atau kader di desa dan kelurahan guna mengetahui fasilitas yang melayani serta ketersediaan kuota. Pelayanan diberikan di fasilitas kesehatan yang bekerja sama dan terdaftar dalam sistem Kemendukbangga/BKKBN.
Dengan demikian, masyarakat sebaiknya mengecek terlebih dahulu lokasi, jadwal dan jenis kontrasepsi yang tersedia sebelum datang karena pelayanan setiap daerah dapat disesuaikan dengan fasilitas dan tenaga kesehatan yang tersedia.
Wakil Wali Kota Tangerang Selatan Pilar Saga Ichsan menyebut, pelayanan serentak tersebut telah memberikan akses langsung bagi masyarakat di wilayahnya.
"Hari ini (program KB gratis serentak) telah membantu pasangan usia subur yang ada di Kecamatan Setu untuk mendapatkan fasilitas pemasangan KB secara gratis," ujar Pilar.
Cegah Risiko "4 Terlalu"
Isyana mengatakan perencanaan keluarga bukan sekadar menentukan jumlah anak. Jarak dan waktu kehamilan juga perlu dipertimbangkan untuk menekan berbagai risiko kesehatan ibu dan anak.
"Perencanaan keluarga termasuk juga menjaga jarak kehamilan dan tadi sudah diikuti oleh masyarakat Tangerang Selatan," katanya.
Kemendukbangga/BKKBN menggunakan istilah 4 Terlalu untuk empat kondisi kehamilan yang berisiko, yakni terlalu muda, terlalu tua, terlalu dekat jarak kelahiran dan terlalu banyak melahirkan. Program KB menjadi salah satu instrumen untuk membantu keluarga merencanakan waktu serta jarak kehamilan.
WHO juga menyebut keluarga berencana memungkinkan seseorang menentukan jumlah anak yang diinginkan dan mengatur jarak kehamilan. Pencegahan kehamilan yang tidak direncanakan dapat mengurangi risiko kesehatan ibu, sedangkan pengaturan jarak kehamilan memberi waktu pemulihan bagi ibu sebelum kehamilan berikutnya.
Hari Kontrasepsi Sedunia sendiri diperingati setiap 26 September untuk meningkatkan kesadaran mengenai akses terhadap kontrasepsi serta hak individu dan pasangan menentukan secara bebas dan bertanggung jawab jumlah dan jarak kelahiran anak.
Pemakaian Kontrasepsi Modern Masih Jadi Target Pemerintah
Perluasan akses KB masih menjadi pekerjaan pemerintah. Dokumen RPJMN 2025-2029 mencatat angka prevalensi penggunaan kontrasepsi modern atau modern contraceptive prevalence rate (mCPR) Indonesia berada pada 61,7% sebagai baseline 2024. Pemerintah menargetkannya meningkat menjadi 62,2% pada 2029.
Pada saat yang sama, kebutuhan KB yang belum terpenuhi atau unmet need tercatat 11,1% pada baseline 2024, dengan target turun menjadi 8,5% pada 2029. Adapun peserta KB aktif yang menggunakan metode kontrasepsi jangka panjang ditargetkan meningkat dari 25,5% menjadi 26,7%.
Data BPS dengan ukuran berbeda menunjukkan 56,26% perempuan usia 15-49 tahun berstatus kawin sedang menggunakan alat KB pada 2024. Angkanya bervariasi cukup lebar antarprovinsi, dari sekitar 11,39% di Papua Tengah hingga 70,08% di Kalimantan Selatan.
Perbedaan tersebut menunjukkan akses dan penggunaan kontrasepsi belum merata di seluruh daerah.
WHO secara global juga mencatat dari sekitar 1,1 miliar perempuan usia reproduksi yang membutuhkan keluarga berencana pada 2021, sebanyak 874 juta telah menggunakan metode kontrasepsi modern, sedangkan sekitar 164 juta masih memiliki kebutuhan kontrasepsi yang belum terpenuhi.
Pilihan Tetap Ada di Tangan Pasangan
Kemendukbangga/BKKBN menekankan layanan gratis tidak berarti pemerintah menentukan metode tertentu yang harus digunakan masyarakat. Konseling tetap dibutuhkan agar pasangan memahami manfaat, keterbatasan, efek samping dan kesesuaian kontrasepsi dengan kondisi kesehatan mereka.
Pendekatan tersebut sejalan dengan rekomendasi WHO yang menempatkan informed choice atau pilihan berdasarkan informasi yang memadai sebagai bagian penting dari pelayanan keluarga berencana. Kontrasepsi ditujukan untuk memungkinkan individu dan pasangan menentukan apakah serta kapan ingin memiliki anak.
Program KB gratis hingga 7 Oktober karena itu dapat dimanfaatkan sebagai kesempatan untuk tidak hanya memperoleh alat kontrasepsi, tetapi juga berkonsultasi mengenai perencanaan kehamilan dan kesehatan reproduksi.
Masyarakat dapat menghubungi PKB/PLKB, Balai Penyuluhan KB, bidan atau fasilitas kesehatan terdaftar di wilayah masing-masing, untuk mengetahui lokasi dan jadwal pelayanan sebelum program berakhir pada 7 Oktober 2026.
Baca berita dan informasi lainnya mengenai Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga), KB, dan perempuan dengan mengeklik tautan.





Komentar (0)
Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.
Belum ada komentar.