periskop.id - Anggota Komisi X DPR RI Lalu Hadrian Irfani mendesak Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) untuk segera berkoordinasi dengan PSSI guna mengevaluasi total maraknya insiden kekerasan brutal antarpemain di kompetisi sepak bola nasional.
"Ada pemain sepak bola yang tidak melaksanakan perannya sebagai pemain sepak bola di lapangan, justru mengeluarkan jurus-jurus kungfu sehingga berakibat fatal bagi pemain-pemain sepak bola yang lain," tegas Lalu dalam Rapat Kerja Komisi X DPR RI bersama Menpora di Jakarta, Rabu (28/1).
Politisi Fraksi PKB ini menyoroti perilaku tidak terpuji oknum pemain yang belakangan kerap viral di media sosial. Aksi kasar yang mencederai lawan tersebut dinilai bukan lagi sekadar pelanggaran biasa, melainkan ancaman serius bagi sportivitas dan keselamatan atlet.
Dampak dari insiden-insiden tersebut sangat luas karena jejak digital menyebar cepat hingga ke luar negeri. Citra sepak bola Indonesia yang sedang dibangun positif melalui prestasi Timnas bisa hancur seketika akibat ulah pemain di liga domestik.
"Nah ini tentu mencoreng sepak bola kita. Tidak hanya di dalam negeri, tetapi ketika itu terus diviralkan melalui media-media, maka dunia internasional pun akan menonton itu," tambah legislator asal Nusa Tenggara Barat (NTB) tersebut.
Lalu meminta Menpora Erick Thohir mengambil langkah konkret. Mengingat posisi Erick yang juga menjabat Ketua Umum PSSI, koordinasi penegakan disiplin seharusnya bisa dilakukan lebih cepat dan efektif tanpa birokrasi berbelit.
"Saya berharap Pak Menteri bisa memanggil Ketua Umum PSSI untuk beberapa masalah terutama tentang pengembangan sepak bola kita," ujarnya di hadapan peserta rapat.
Ia mengingatkan bahwa kepercayaan publik terhadap sepak bola nasional sedang tinggi-tingginya berkat polesan tangan dingin Erick Thohir di Timnas. Momentum kebangkitan ini tidak boleh dirusak oleh kualitas liga yang membiarkan kekerasan merajalela.
"Kepercayaan terhadap kita sebagai pecinta sepak bola maupun hari ini yang sepak bolanya Alhamdulillah di bawah polesan Pak Erick Thohir grafiknya terus meningkat," puji Lalu sembari mengingatkan agar sisi kompetisi domestik juga diperhatikan.
Desakan ini pun langsung diadopsi menjadi salah satu poin kesimpulan rapat kerja. Komisi X DPR RI secara resmi mendesak Kemenpora berkoordinasi dengan PSSI untuk menyelesaikan praktik permainan sepak bola yang tidak menjunjung tinggi sportivitas.
Menanggapi berbagai masukan spesifik terkait teknis sepak bola dan PSSI, Erick Thohir memberikan respons di penghujung rapat. Ia menegaskan keterbukaannya untuk berdiskusi, namun memberi batasan jelas terkait kapasitasnya sebagai Menteri dalam forum Rapat Kerja tersebut.
Erick mengisyaratkan bahwa pembahasan mendalam soal teknis liga dan PSSI akan dilakukan dalam forum yang lebih tepat atau diskusi terpisah, mengingat saat itu ia hadir mewakili pemerintah sebagai Menpora, bukan sebagai Ketua Umum PSSI.
"Dan tentu untuk konteks-konteks di luar yang lain, isu sepak bola, isu apa, mungkin saya gak pakai pin ini dulu (pin PSSI/Ketum), nanti mungkin kita cari diskusi yang lain," jawab Erick Thohir menutup sesi tanya jawab.
Tinggalkan Komentar
Komentar