periskop.id — Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir mengumumkan pembukaan lowongan kerja bagi kalangan profesional swasta untuk mengisi jabatan strategis di lingkungan kementeriannya, khususnya pada bidang pariwisata dan industri olahraga.

"Kami Alhamdulillah juga kemarin dapat dukungan langsung untuk Kedeputian Sport Tourism, Sport Industry, dan Hubungan Internasional diperbolehkan tidak hanya ASN, tapi dari pihak profesional," ungkap Erick dalam Rapat Kerja Komisi X DPR RI di Jakarta, Selasa (27/1).

Erick menjelaskan kebijakan ini merupakan terobosan baru dalam reformasi birokrasi di tubuh Kemenpora. Pihaknya ingin mengawinkan birokrat berpengalaman dengan tenaga ahli dari sektor swasta agar kinerja kementerian lebih lincah dan adaptif.

Proses rekrutmen terbuka ini memiliki tenggat waktu yang cukup singkat. Erick menargetkan proses seleksi administrasi dan pendaftaran dapat segera rampung pada awal bulan depan untuk mempercepat eksekusi program kerja 2026.

"Kita sekarang sudah mulai buka lowongan pekerjaan untuk menjadi tim kami, dan mudah-mudahan ditutup tanggal 3 Februari, baru kita lihat siapa yang kita bisa sinergikan," jelasnya mengenai lini masa rekrutmen.

Alasan utama pelibatan profesional adalah spesifikasi bidang yang digarap. Sektor Sport Tourism dan Sport Industry dinilai sebagai ranah baru yang membutuhkan keahlian khusus dan pemahaman pasar yang mendalam, yang mungkin belum sepenuhnya dikuasai oleh birokrasi konvensional.

Erick mengakui tantangan dalam mengembangkan industri olahraga sangat besar. Oleh karena itu, kementerian membuka diri untuk memperkuat tim dengan talenta-talenta terbaik bangsa tanpa memandang latar belakang status kepegawaiannya.

"Karena memang Sport Tourism, Sport Industry ini barang baru buat kita semua, dan tentu tidak ada salahnya kita memperkuat tim kita. Terbuka hati kita, bukan karena apa dan kenapa, tapi kembali kita ingin membuat tim yang baik," tambah mantan Ketua Panitia Asian Games 2018 tersebut.

Langkah ini sejalan dengan evaluasi total yang sedang dilakukan di internal Kemenpora. Erick tengah membedah deskripsi pekerjaan (job description) dan menetapkan Indikator Kinerja Utama (KPI) yang ketat bagi seluruh jajarannya.

Ia tidak ingin ada lagi sekat-sekat antar-deputi yang menghambat kinerja. Kolaborasi antara ASN dan profesional diharapkan mampu mendobrak tembok birokrasi yang selama ini membuat kerja kementerian terkotak-kotak.

Visi besar dari rekrutmen ini adalah menaikkan kelas Kemenpora. Erick berambisi menjadikan instansi yang dipimpinnya sebagai kementerian berkinerja tinggi, bukan lagi dianggap sebagai kementerian kelas dua atau tiga.

"Kita tidak mau lagi jadi menteri kelas C kan? Jadi kita mau naik kelas istilahnya," tegas Erick.