periskop.id - Nama Tim Geypens mendadak jadi buah bibir di kalangan pencinta sepak bola tanah air. Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, resmi memasukkan nama pemain muda ini ke dalam daftar 41 pemain yang dipersiapkan untuk ajang FIFA Series 2026. 

Turnamen yang akan digelar pada 23 hingga 31 Maret 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno ini menjadi panggung pembuktian bagi banyak talenta baru, termasuk Geypens. Munculnya nama pemain FC Emmen ini membawa angin segar sekaligus rasa penasaran, sejauh mana kualitas bek kiri yang berkarier di kasta kedua Liga Belanda ini bisa memperkokoh barisan pertahanan skuad Garuda?

Rekam Jejak dari Akademi Twente hingga FC Emmen

Lahir dengan nama lengkap Tim Henri Victor Geypens pada 21 Juni 2005 di Oldenzaal, Belanda, pemain bertinggi badan 184 cm ini memiliki fondasi sepak bola yang sangat solid. Geypens merupakan pemain jebolan akademi FC Twente, salah satu klub ternama di Belanda. Sebelum berlabuh ke klubnya saat ini, ia sempat mengasah kemampuannya di Heracles Almelo. Titik balik karier profesionalnya terjadi pada 1 Juli 2024 saat ia menandatangani kontrak berdurasi dua tahun bersama FC Emmen.

Hanya butuh waktu singkat bagi Geypens untuk membuktikan kapasitasnya. Ia mencatatkan debut di Eerste Divisie pada Agustus 2024 saat melawan Dordrecht. Tak hanya jago bertahan, Geypens juga menunjukkan insting menyerang yang tajam. Pada 29 Agustus 2025, ia mencetak gol perdana yang membawa timnya menang 3-1 atas Den Bosch. 

Selama hampir dua musim berseragam FC Emmen, ia telah mengantongi 40 penampilan dengan catatan dua gol dan satu assist. Konsistensi bermain di kompetisi Eropa inilah yang menjadi modal berharga bagi Geypens saat dipanggil pulang ke Indonesia.

Proses Naturalisasi dan Darah Indonesia

Meski lahir dan besar di Belanda, kecintaan Geypens terhadap Indonesia bukanlah hal baru. Ia memiliki garis keturunan Indonesia melalui kakek dari pihak ibunya. Proses perpindahan kewarganegaraannya berjalan cukup mulus. Pada 8 Februari 2025, Geypens secara resmi mengambil sumpah sebagai Warga Negara Indonesia (WNI) bersama dua pemain diaspora lainnya, yakni Ole Romeny dan Dion Markx. Langkah ini menunjukkan komitmen serius sang pemain untuk membela tanah leluhurnya di kasta internasional.

Sebelum menembus skuad senior asuhan John Herdman, Geypens sebenarnya sudah pernah mencicipi atmosfer Timnas Indonesia di level junior. Pelatih Indra Sjafri sempat memanggilnya untuk memperkuat Timnas Indonesia U-20 dalam ajang bergengsi Maurice Revello Tournament 2024 di Prancis. Di sana, ia berkesempatan berduel dengan talenta-talenta muda kelas dunia dari Italia hingga Jepang. Pengalaman internasional di usia remaja ini membentuk mentalitas Geypens menjadi lebih matang sehingga ia tidak canggung saat harus bersaing di level senior yang lebih kompetitif.

Pilihan Karier dan Profesionalisme di Klub

Perjalanan Geypens menuju skuad senior bukannya tanpa dinamika. Menariknya, ia sempat mengambil keputusan berani untuk menolak panggilan Timnas U-22 Indonesia saat persiapan SEA Games 2025 di Tailan. Saat itu, media Belanda, Forza FC Emmen, melaporkan bahwa Geypens memilih untuk tetap bertahan di klubnya.

Kini, setelah posisinya di FC Emmen semakin stabil, Geypens siap menjawab kepercayaan John Herdman. Pada musim ini saja, ia sudah mencatatkan 23 penampilan reguler. Keputusan untuk mematangkan diri di klub terlebih dahulu terbukti tepat karena ia kini kembali ke pangkuan Ibu Pertiwi dengan jam terbang yang lebih tinggi dan fisik yang lebih siap. 

Herdman nampaknya melihat bahwa kemandirian dan kedisiplinan Geypens di Eropa adalah aset yang dibutuhkan untuk membangun fondasi baru Timnas Indonesia yang lebih kuat dan modern.

Menanti Debut di FIFA Series 2026

Laga perdana FIFA Series 2026 melawan Saint Kitts and Nevis pada 27 Maret mendatang akan menjadi momen yang sangat dinantikan. Apakah Geypens akan langsung melakoni debutnya? Di posisi bek kiri, ia harus bersaing sehat dengan nama-nama beken seperti Calvin Verdonk. 

Namun, keunggulan Geypens terletak pada fleksibilitasnya, ia bisa berperan sebagai bek kiri murni maupun winger kiri karena kecepatan dan kemampuan umpan silangnya yang akurat. Kehadiran Geypens juga menjadi simbol regenerasi yang diusung oleh John Herdman. 

Dengan mengolaborasikan pemain senior dan alumnus tim U-23, Timnas Indonesia diharapkan memiliki kedalaman skuad yang mumpuni. Jika mampu beradaptasi cepat dengan cuaca Jakarta dan skema taktik pelatih, bukan tidak mungkin Geypens akan menjadi pilihan utama di sisi kiri pertahanan Garuda untuk tahun-tahun mendatang.