Periskop.id - Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Raja Sapta Oktohari meminta jajaran Pengurus Pusat Persatuan Olahraga Sambo Indonesia (PP Persambi), lebih aktif memasyarakatkan olahraga seni bela diri asal Rusia itu. Hal ini menurutnya perlu dilakukan demi menumbuhkan minat generasi muda menggeluti sambo.
"Sambo ini belum cukup familiar di Indonesia. Banyak cabang olahraga bela diri di Indonesia, tetapi kalau sambo ini belum familiar," katanya saat memberi sambutan dalam Musyawarah Nasional PP Persambi di Jakarta, Kamis (9/4).
Okto mengaku, dirinya cukup menyukai sambo dan meyakini cabang olahraga tersebut memiliki potensi untuk berkembang pesat di Indonesia. Syaratnya, tentu masyarakat harus terlebih dulu mengenal sambo.
Ia yakin apabila masyarakat lebih mengenal sambo, mereka akan cepat menyukai olahraga yang bisa dianggap sebagai gabungan beragam seni bela diri tersebut.
"Secara fungsi gerakan-gerakan sambo juga banyak dipakai. Kalau kita lihat di MMA itu juga kebanyakan dari sambo, cuma kebanyakan orang bingung antara sambo, judo, ju-jitsu," tuturnya.
PP Persambi, lanjut Oktohari, perlu lebih jeli mengkampanyekan pengenalan sambo ke masyarakat luar. Terutama berbagai aspek kelebihan dibandingkan cabang olahraga bela diri lain.
Ia meyakini, seketika masyarakat mengenal sambo, maka semakin banyak generasi muda yang ikut terjun menggeluti olahraga tersebut hingga memunculkan bibit-bibit atlet baru. "Tentunya semakin banyak aktivitas sambo maka sebuah keniscayaan sambo akan semakin dikenal," imbuhnya.
Secara khusus, Okto menyebut, rangkaian Munas PP Persambi tidak boleh berhenti hanya sekedar ajang pemilihan ketua umum, tetapi juga fokus pada tugas terpenting yakni menggencarkan pengenalan sambo di masing-masing wilayah pengurus provinsi.
Ia mengaku siap mendukung dengan ikut berlatih sambo sehingga ketika ada kesempatan berkunjung ke daerah-daerah bisa berlatih bersama. "Itu bagian dari promosi saya bagi sambo di seluruh Indonesia," serunya.
Acara Munas Persambi dihadiri jajaran pengurus Persambi di tingkat pusat hingga daerah, serta pejabat perwakilan dari Kementerian Pemuda dan Olahraga maupun Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI).
Tinggalkan Komentar
Komentar