Periskop.id - Federasi Sepak Bola Argentina (AFA) saat ini sebenarnya sedang menikmati masa kejayaan yang sangat jarang terjadi dalam sejarah mereka. Setelah sukses merengkuh trofi legendaris Piala Dunia 2022, tim nasional Argentina kini baru saja menuntaskan perjuangan mereka sebagai runner-up pada edisi Piala Dunia 2026. 

Meskipun gagal mempertahankan gelar juara di partai puncak, capaian luar biasa ini tetap melahirkan apresiasi yang sangat tinggi dari publik. Kehadiran mega bintang Lionel Messi bersama generasi emasnya sukses membuat seluruh masyarakat Argentina merasa seolah sedang hidup di dalam sebuah dongeng indah yang diharapkan tidak akan pernah berakhir cepat.

Namun, di tengah romantisme sepak bola yang membanggakan tersebut, sebuah kabar mengejutkan justru muncul dari luar lapangan hijau. Mengutip Yahoo Sports pada Senin (20/7), aktivitas keuangan resmi milik AFA di Amerika Serikat dikabarkan sedang berada di bawah pemeriksaan intensif oleh otoritas federal Amerika Serikat. 

Tidak main-main, investigasi ini dilaporkan melibatkan langsung jaksa federal serta para agen Biro Investigasi Federal (FBI) yang berbasis di Washington DC dan Miami.

Berdasarkan laporan MARCA dan La Nacion pada Rabu (8/7), Departemen Kehakiman Amerika Serikat tengah melakukan tahapan penyelidikan awal terhadap seluruh operasi keuangan AFA di wilayah Amerika Serikat. 

Fokus utama dari pergerakan aparat penegak hukum ini sama sekali bukan menyasar taktik permainan, kondisi para pemain, ataupun urusan trofi juara. Perhatian penuh mereka tertuju pada bagaimana dana dalam jumlah fantastis yang mencapai ratusan juta dolar Amerika Serikat dan terkait dengan AFA dipindahkan melalui sistem perbankan resmi Amerika Serikat.

Sampai dengan detik ini, seluruh laporan penegak hukum tersebut ditegaskan masih berada pada tahap awal penyelidikan. Otoritas berwenang belum mengeluarkan kesimpulan hukum resmi yang menyatakan bahwa pihak AFA atau pihak mana pun telah melakukan pelanggaran hukum. 

Gurita Bisnis Sepak Bola Modern yang Diawasi

Dalam kasus yang membelit AFA, perhatian utama dari para penyidik Amerika Serikat dilaporkan tertuju pada rekam jejak aktivitas finansial federasi tersebut di lembaga keuangan Amerika Serikat. 

Laporan dari La Nacion menyebutkan bahwa tim penyidik sudah mulai bergerak mengambil kesaksian dari beberapa pihak serta meninjau ulang catatan akuntansi perbankan. Langkah ini ditempuh guna memetakan secara jelas bagaimana dana dalam volume yang sangat masif dapat bergerak bebas melalui bank-bank di Amerika Serikat.

Isu krusial yang tengah diteliti oleh aparat hukum dikabarkan mencakup indikasi pelanggaran serius terhadap undang-undang Amerika Serikat, termasuk di antaranya adalah dugaan praktik pencucian uang atau penipuan finansial. 

Di tengah bergulirnya laporan pemeriksaan tersebut, mencuat sebuah nama perusahaan bernama TourProdEnter LLC. Entitas bisnis ini disebut-sebut memiliki keterkaitan erat dengan seorang produser teater yang juga merupakan mantan legislator di Buenos Aires bernama Javier Faroni, beserta istrinya yang bernama Erica Gillette.

Perusahaan tersebut memiliki peran strategis sebagai pengelola penerimaan pendapatan dari berbagai kontrak komersial internasional yang dimiliki oleh AFA. Jalinan kontrak komersial tersebut diketahui mencakup kerja sama strategis dengan sejumlah merek dagang berskala global, termasuk di antaranya adalah perusahaan perlengkapan olahraga Adidas dan raksasa media Warner.

TourProdEnter LLC tercatat telah memindahkan dana dengan total minimal mencapai US$260 juta yang dialirkan melalui jaringan rekening di berbagai bank papan atas, seperti Citibank, Synovus, Bank of America, JPMorgan, dan PNC Bank. 

Selain angka transaksi komersial tersebut, para penyidik juga tengah memeriksa transaksi transfer terpisah lainnya senilai US$57 juta. Bagian transfer ini menjadi titik yang paling sensitif dalam seluruh proses penyelidikan karena dana tersebut dilaporkan tidak memiliki tujuan penggunaan ataupun latar belakang transaksi yang jelas. 

Ranah Korporasi hingga Panggung Politik

Proses penyelidikan awal yang membelit tubuh AFA ini melibatkan setidaknya tiga orang jaksa federal senior Amerika Serikat, yaitu Patrick Gushue, Christopher Ting, dan Michael Berger. \

Lebih jauh lagi, Departemen Kehakiman Amerika Serikat dikabarkan sedang mempertimbangkan rencana untuk melakukan sesi wawancara dengan beberapa mantan pejabat dari era pemerintahan Presiden Argentina saat ini, Javier Milei. 

Sebagai informasi, penyelidikan ini sebenarnya sudah mulai berkembang di sepanjang 2025 yang lalu. Skala pemeriksaan kemudian meluas secara masif pada awal 2026 setelah ditemukannya berbagai dokumen perbankan tambahan serta adanya pengaduan baru dari masyarakat. 

Jauh sebelum kasus ini meledak di Amerika Serikat, tepatnya pada September 2024, Kementerian Keamanan Argentina sendiri dilaporkan telah mengeluarkan peringatan resmi mengenai adanya risiko keuangan yang terhubung langsung dengan operasi bisnis AFA di luar negeri.