Periskop.id - Kementerian Agama (Kemenag) membuka seleksi penerimaan murid baru madrasah (PMBM) tahun ajaran 2026/2027. Proses pendaftarannya berlangsung mulai Januari hingga Maret 2026.

“Kami telah menerbitkan petunjuk teknis Penerimaan Murid Baru Madrasah tahun pelajaran 2026/2027 sebagai panduan madrasah dalam penyelenggaraan seleksi,” ujar Direktur Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah Kemenag Nyayu Khodijah di Jakarta, Selasa (13/1). 

Nyayu menjelaskan pendaftaran tersebut berlaku pada seleksi murid baru pada Raudlatul Athfal (RA), Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), Madrasah Aliyah (MA), dan Madrasah Aliyah Kejuruan (MAK).

“PMBM dapat dilaksanakan secara daring atau secara luring,” kata Nyayu Khodijah.

Madrasah negeri, kata Nyayu, wajib mengumumkan secara terbuka proses pelaksanaan dan informasi PMBM, baik persyaratan, sistem seleksi, maupun daya tampung berdasarkan ketentuan rombongan belajar.

Selain itu, madrasah negeri juga harus mengumumkan hasil penerimaan murid baru melalui papan pengumuman madrasah, maupun media lainnya (laman madrasah, Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi, atau Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota).

“Biaya dalam pelaksanaan PMBM pada madrasah negeri dibebankan pada anggaran BOS/BOP sebagaimana tercantum dalam anggaran DIPA pada tahun anggaran berjalan,” tuturnya. 

Untuk pendaftaran seleksi madrasah jalur PMBM nasional Bersama, dilakukan pada Januari sampai Maret 2026. Seleksi madrasah negeri dan swasta berasrama pada Februari sampai Mei 2026. Sedangkan seleksi madrasah negeri dan swasta (jalur prestasi, reguler, dan afirmasi) dan daftar ulang pada Maret sampai Juli 2026.

Madrasah Unggulan
Sebelumnya, Kementerian Agama sudah membuka pendaftaran seleksi nasional siswa baru pada madrasah unggulan untuk tahun ajaran 2026/2027. Pendaftaran dibuka mulai 2 Januari – 2 Februari untuk jalur prestasi, sementara jalur tes pendaftaran dibuka hingga 7 Februari 2026.

Ada empat pilihan jenis madrasah unggulan, yaitu Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Insan Cendekia, MAN Program Keagamaan, Madrasah Aliyah Kejuruan Negeri, dan MAN Program Unggulan Nasional.

“Pendaftaran seleksi sepenuhnya digelar secara online, baik untuk jalur prestasi maupun jalur tes. Pada rentang waktu yang sama, panitia seleksi juga akan melakukan proses seleksi berkas pendaftar,” ujar Nyayu.

Jalur tes yaitu seleksi melalui jalur tes berbasis CBT yang diselenggarakan bagi murid terbaik lulusan MTs/SMP negeri, swasta, pendidikan diniyah formal (PDF), dan pendidikan muadalah yang memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan.

Jalur Prestasi yaitu seleksi melalui jalur non-tes paling dengan kuota tertentu yang diselenggarakan bagi siswa terbaik lulusan MTs/SMP negeri, swasta, pendidikan diniyah formal (PDF) dan pendidikan muadalah yang memiliki prestasi sesuai ketentuan.

Untuk MAN Insan Cendekia, MAKN, dan MAN Program Unggulan, jalur prestasi disiapkan 10 persen dari total kuota. Sedang untuk MAN Program Keagamaan, tersedia 20 persen dari total kuota.

Nyayu Khodijah mengatakan, saat ini Kemenag membina 25 MAN IC yang tersebar di 25 provinsi, dengan daya tampung 2.708 siswa putra dan putri. Selain itu, ada 11 pilihan MAN Program Keagamaan dengan daya tampung 528 siswa putra dan putri.

Untuk MAKN, tersedia lima pilihan madrasah dengan daya tampung 383 siswa putra dan putri. Sedang untuk MAN Program Unggulan Nasional, ada lima pilihan madrasah dengan daya tampung 186 siswa putera dan putri.

“Setiap MTs/SMP negeri, swasta, pendidikan diniyah formal (PDF), dan pendidikan muadalah dapat merekomendasikan murid terbaiknya untuk didaftarkan dalam seleksi nasional ini,” imbuhnya. 

Hasil seleksi jalur prestasi sendiri akan diumumkan pada 13 Februari 2026. “Hasil seleksi jalur tes akan diumumkan pada 6 Maret 2026,” pungkasnya.