periskop.id - Anggota Komisi X DPR RI Sofyan Tan, menyoroti rendahnya serapan anggaran Direktorat Jenderal Sains dan Teknologi Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) sepanjang 2025. Kritik ini menguat karena pada saat yang sama, anggaran unit tersebut justru melonjak tajam pada 2026.

“Secara rata-rata memang tinggi, tapi ada unit yang realisasinya hanya 63,72%,” kata Sofyan dalam rapat, Selasa (3/2).

Angka itu merujuk pada Direktorat Jenderal Sains dan Teknologi, yang menjadi unit dengan serapan anggaran terendah dibandingkan direktorat lain di lingkungan Kemendiktisaintek. Kondisi ini dinilai janggal, mengingat peran strategis direktorat tersebut dalam pengembangan sains dan teknologi nasional.

Sofyan menilai capaian tersebut merupakan sinyal adanya masalah dalam perencanaan dan pelaksanaan program.

“Kami ingin mempertanyakan ini ada permasalahan apa sehingga tidak bisa mencapai angka di atas 90%,” ujarnya.

Ia secara khusus menyinggung program-program strategis di bawah Direktorat Jenderal Sains dan Teknologi, termasuk SMA Garuda, yang dinilai perlu dievaluasi kinerjanya selama 2025.

“Apakah SMA Garuda ini terjadi kemandekan pada tahun 2025, tidak bisa diselesaikan, apakah itu? Nah tentu jawabannya dari Bapak Menteri,” kata Sofyan.

Selain itu, Sofyan juga mempertanyakan lonjakan signifikan anggaran Direktorat Jenderal Sains dan Teknologi pada 2026, di tengah catatan serapan yang rendah pada tahun sebelumnya.

“Kami melihat justru pada tahun 2026, Direktorat Jenderal Sains dan Teknologi ini mendapat peningkatan anggaran yang sangat besar, dari Rp326 miliar menjadi Rp1,82 triliun,” ujarnya.

Menurut Sofyan, kondisi tersebut menuntut penjelasan yang transparan dan rasional dari pemerintah. DPR, kata dia, tidak ingin perencanaan anggaran hanya berangkat dari asumsi atau target administratif, tanpa pijakan pada kinerja riil.

Politisi dari Fraksi PDIP itu menegaskan, lonjakan anggaran seharusnya mencerminkan kebutuhan nyata dan kapasitas pelaksanaan program, bukan menimbulkan tanda tanya baru di tengah rendahnya realisasi sebelumnya.

Sebagai catatan, pada tahun anggaran 2025 Kemendiktisaintek mengelola pagu anggaran sebesar Rp58,51 triliun dengan realisasi 94,83%. Sementara pada 2026, pagu anggaran kementerian tersebut meningkat menjadi Rp61,87 triliun.