periskop.id - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan Indonesia terbuka untuk bekerja sama dengan berbagai negara dalam pengembangan industri strategis, termasuk semikonduktor. Salah satu sektor yang ingin dipelajari Indonesia berasal dari pengalaman Malaysia yang dinilai lebih maju dalam industri tersebut.
Menurut Airlangga, kerja sama dengan Malaysia, termasuk Sarawak, menjadi penting karena pengembangan semikonduktor generasi baru masih membuka peluang bagi banyak negara.
"Kerja sama dengan Malaysia menjadi penting karena Malaysia saat ini lebih maju dibandingkan Indonesia dalam industri semikonduktor. Namun, untuk generasi baru semikonduktor, pasar masih terbuka," papar Airlangga., Selasa (3/2).
Ia menjelaskan, dalam peta pengembangan global, Malaysia saat ini berada pada fase kedua, sementara Korea berada pada fase pertama. Adapun fase ketiga masih terbuka bagi semua pihak. Karena itu, kolaborasi Indonesia dan Sarawak dinilai strategis untuk bersama-sama menggarap peluang pada fase berikutnya.
"Dengan kolaborasi bersama Sarawak, kita dapat bekerja sama untuk menggarap fase ketiga tersebut. Kita dapat berbagi peluang masa depan di bidang teknologi seluler, Internet of Things (IoT), komputer pribadi, otomotif, dan komputasi awan, termasuk pusat data," terangnya.
Dari sisi hulu, Airlangga menilai Indonesia memiliki keunggulan komparatif, khususnya pada ketersediaan pasir silika. Saat ini Indonesia telah memproduksi kaca lembaran (floating glass), yang ke depan akan dilanjutkan dengan pengembangan panel surya dan wafer semikonduktor.
"Jika desain dilakukan secara bersama, maka proses pencetakan (fabrication) akan menjadi industri berikutnya yang dapat kita kembangkan bersama," tukasnya.
Tinggalkan Komentar
Komentar