periskop.id - Pemerintah resmi membuka pendaftaran Program Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah untuk jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) 2026. Calon mahasiswa dapat mendaftar mulai 25 Maret hingga 7 April 2026 melalui sistem daring.

Program ini kembali ditegaskan sebagai bentuk komitmen negara dalam memperluas akses pendidikan tinggi. KIP Kuliah ditujukan bagi siswa berprestasi yang terkendala secara ekonomi agar tetap bisa melanjutkan kuliah.

Pelaksana Tugas Kepala Pusat Pembiayaan dan Asesmen Pendidikan Tinggi (PPAPT) Kemendikti Sains dan Teknologi, Sandro Mihradi, menyampaikan bahwa program ini bukan sekadar bantuan biaya. Ia menekankan bahwa KIP Kuliah merupakan investasi jangka panjang untuk mencetak sumber daya manusia unggul.

“Melalui KIP Kuliah, negara hadir untuk memastikan bahwa keterbatasan ekonomi tidak menjadi penghalang bagi generasi muda dalam meraih mimpi,” ujar Sandro dalam keterangan tertulis, Jumat (27/3).

Ia juga menegaskan bahwa KIP Kuliah menjadi bagian dari upaya menghadirkan keadilan akses pendidikan di Indonesia. Program ini diharapkan mampu menjangkau lebih banyak mahasiswa dari keluarga kurang mampu.

Pada 2026, penyaluran KIP Kuliah diperkuat dengan penggunaan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Data ini digunakan sebagai acuan utama agar bantuan lebih tepat sasaran, transparan, dan akuntabel.

Selain itu, sistem KIP Kuliah kini terintegrasi dengan platform nasional, termasuk sistem Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB). Integrasi ini bertujuan mempermudah proses pendaftaran sekaligus sinkronisasi data peserta.

Kepala Bidang Fasilitasi Layanan Pembiayaan Pendidikan Tinggi Kemendikti Sains dan Teknologi, Septien Prima Diassari, menjelaskan bahwa penerima KIP Kuliah mendapatkan berbagai keuntungan. Salah satunya adalah pembebasan biaya pendaftaran UTBK bagi peserta yang memenuhi syarat.

Tak hanya itu, penerima juga memperoleh pembiayaan pendidikan penuh berupa UKT sesuai program studi. Besaran bantuan disesuaikan dengan akreditasi dan rumpun ilmu masing-masing jurusan.

Mahasiswa penerima juga akan mendapatkan bantuan biaya hidup setiap bulan. Besarannya dibagi dalam beberapa klaster, mulai dari Rp800 ribu hingga Rp1,4 juta.

Dana bantuan tersebut disalurkan langsung ke rekening masing-masing penerima. Skema ini diharapkan dapat mendukung kebutuhan hidup mahasiswa selama menempuh pendidikan.

Pendaftaran KIP Kuliah dilakukan secara online melalui Sistem Informasi Manajemen (SIM) KIP Kuliah. Prosesnya mengikuti jadwal seleksi nasional yang telah ditetapkan.

Kemendikti Sains dan Teknologi mengimbau calon peserta untuk segera melengkapi persyaratan. Sinkronisasi data juga perlu dipastikan sebelum melakukan finalisasi pendaftaran.

Pemerintah menargetkan tidak ada lagi anak Indonesia yang gagal kuliah karena alasan ekonomi. KIP Kuliah diharapkan menjadi langkah nyata menuju pendidikan tinggi yang lebih inklusif dan merata.