Periskop.id – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memperkuat program peningkatan literasi peserta didik melalui revitalisasi ribuan perpustakaan sekolah di seluruh Indonesia. Sebanyak 4.700 ruang perpustakaan diperbaiki dalam Program Revitalisasi Satuan Pendidikan yang dijalankan pemerintah pada 2026.

Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus (Dikmen Diksus) Kemendikdasmen Tatang Muttaqin mengatakan, perbaikan fasilitas perpustakaan menjadi bagian penting dalam upaya meningkatkan budaya membaca dan kualitas pembelajaran di sekolah.

“Ya terkait perpustakaan, dari sisi infrastrukturnya itu kan tadi ada 4.700 perpustakaan yang dibangun ya, di samping memang masih lebih banyak ruang praktek sih kalau ruang praktek lebih dari 7.500 ya. Jadi dari sisi infrastruktur, kami sudah memberikan perhatian yang sangat penting terkait perpustakaan ini,” kata Tatang di Jakarta, Selasa (12/5). 

Program tersebut menjadi bagian dari revitalisasi sarana pendidikan nasional yang tidak hanya fokus pada ruang kelas dan laboratorium, tetapi juga ruang literasi bagi siswa. Kemendikdasmen menilai fungsi perpustakaan sekolah kini telah berubah. Tidak lagi hanya menjadi tempat penyimpanan buku atau ruang membaca, perpustakaan didorong menjadi pusat belajar modern yang mendukung kreativitas dan kolaborasi siswa.

Tatang menjelaskan, ruang perpustakaan yang nyaman dan layak diyakini dapat meningkatkan minat baca peserta didik, terutama di tingkat pendidikan menengah. Karena itu, revitalisasi dilakukan tidak hanya pada bangunan fisik, tetapi juga penguatan isi dan fungsi perpustakaan sekolah.

Kemendikdasmen juga membuka peluang kerja sama dengan berbagai lembaga untuk memperkaya koleksi buku di sekolah, khususnya buku bacaan nonteks. “Nah mungkin kami juga perlu ada penyediaan-penyediaan buku bacaan non-teks gitu ya, baik dari dukungan Perpustakaan Nasional yang juga memang ada mengirimkan ke sekolah-sekolah, dari Badan Bahasa dan juga ada dari Pusat Perbukuan,” tutur Tatang.

Dorong Literasi Nasional
Langkah revitalisasi perpustakaan ini dilakukan di tengah masih rendahnya tingkat literasi membaca di Indonesia.Berdasarkan hasil Programme for International Student Assessment (PISA) 2022 yang dirilis OECD, kemampuan membaca siswa Indonesia masih berada di bawah rata-rata negara anggota OECD. 

Selain itu, data UNESCO sebelumnya juga menunjukkan minat baca masyarakat Indonesia masih menjadi tantangan besar dalam pembangunan pendidikan nasional. Pemerintah berharap keberadaan perpustakaan yang lebih modern dan nyaman dapat membantu menciptakan ekosistem belajar yang lebih aktif di sekolah.

Selain memperbaiki perpustakaan, Kemendikdasmen juga membangun lebih dari 7.500 ruang praktik untuk mendukung pembelajaran vokasi dan keterampilan siswa. Kepala Perpustakaan Nasional (Perpusnas) Aminudin Aziz pun mengapresiasi langkah Kemendikdasmen yang memasukkan perpustakaan sebagai bagian penting dalam revitalisasi sekolah.

Menurutnya, pendekatan tersebut menunjukkan perubahan cara pandang terhadap perpustakaan di lingkungan pendidikan. “Ini adalah cara baru memandang bagaimana integrasi antara kegiatan belajar di kelas dengan keberadaan perpustakaan,” kata Aminudin.

Ia menilai, perpustakaan sekolah memiliki peran strategis dalam membangun budaya literasi sejak dini, sekaligus mendukung proses pembelajaran yang lebih interaktif dan kreatif. Dengan program revitalisasi ini, pemerintah berharap perpustakaan sekolah dapat menjadi ruang yang lebih hidup, menarik, dan relevan bagi kebutuhan generasi muda di era digital.