Periskop.id - Pemerintah bersama perguruan tinggi mulai mendorong penguatan kualitas guru tidak lagi hanya berfokus pada ijazah formal, tetapi juga pada kompetensi mengajar, penguasaan materi, hingga kemampuan adaptasi teknologi digital di ruang kelas. Salah satu langkah terbaru datang dari Program Beasiswa Guruku yang diluncurkan Universitas Padjadjaran (Unpad), disertai dorongan peningkatan literasi digital guru di berbagai daerah.
Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Atip Latipulhayat menilai, peningkatan kapasitas guru menjadi faktor paling menentukan dalam menciptakan pendidikan berkualitas di Indonesia. Menurutnya, meskipun mayoritas guru saat ini telah memenuhi kualifikasi pendidikan minimal D4 atau S1, kualitas pembelajaran belum sepenuhnya optimal jika tidak dibarengi penguatan kompetensi.
“Kata kuncinya sekarang setelah kualifikasi adalah kompetensi. Salah satu elemen penting, bahkan boleh dikatakan sekitar 50 % ketercapaian pendidikan berkualitas itu ada pada gurunya,” kata Atip, Jumat (22/5).
Ia menjelaskan, tantangan pendidikan saat ini tidak lagi sekadar memenuhi standar administrasi, tetapi memastikan guru benar-benar menguasai materi ajar atau content knowledge secara mendalam. Pemerintah pun terus mendorong pendekatan deep learning atau pembelajaran mendalam dalam proses belajar mengajar.
“Pembelajaran mendalam harus dimulai dari penguasaan content knowledge. Banyak guru yang baru menerapkan prosedur pembelajaran mendalam, tetapi kedalamannya belum optimal karena keterbatasan penguasaan materi,” ujarnya.
Program Beasiswa Guruku yang diinisiasi Universitas Padjadjaran menjadi salah satu upaya konkret untuk menjawab persoalan tersebut. Program ini menyediakan tiga skema bantuan pendidikan magister bagi para guru, mulai dari beasiswa penuh 100%, bantuan 75%, hingga dukungan 50% biaya kuliah untuk 18 program studi magister di Unpad.
Selain memperkuat kemampuan akademik, program tersebut juga dirancang untuk membangun kepemimpinan guru di lingkungan pendidikan. Pemerintah menilai kemampuan leadership menjadi elemen penting agar guru tidak hanya mengajar di ruang kelas, tetapi juga mampu menjadi penggerak perubahan pendidikan di daerahnya masing-masing.
Motivasi Baru
Salah satu penerima program, Ihwan, guru SDN 1 Bojong Kabupaten Pangandaran, mengaku kesempatan melanjutkan studi menjadi motivasi baru dalam pengembangan dirinya sebagai pendidik.
“Ini bukan akhir perjuangan saya sebagai guru, tetapi awal untuk terus belajar, merefleksikan diri, dan berkembang menjadi pendidik yang lebih baik,” kata Ihwan.
Di sisi lain, transformasi pendidikan berbasis teknologi juga menjadi perhatian serius DPR RI dan pemerintah daerah. Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian meminta para guru terus meningkatkan keterampilan digital agar mampu mengikuti perubahan sistem pembelajaran modern.
“Kondisi masyarakat yang dinamis menuntut kebijakan yang adaptif dengan perkembangan teknologi, sehingga guru-guru perlu memiliki keterampilan untuk mengajar anak-anak,” ujar Hetifah di Samarinda.
Menurutnya, bantuan perangkat teknologi pendidikan seperti Papan Interaktif Digital (PID) tidak akan efektif apabila guru tidak dibekali kemampuan penggunaan teknologi secara optimal. Ia menilai literasi digital kini menjadi bagian penting dari kompetensi dasar tenaga pendidik.
Dorongan serupa juga dilakukan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalimantan Timur melalui pelatihan pemanfaatan platform Rumah Pendidikan milik Kemendikdasmen. Guru SMA, SMK, hingga SLB di Kalimantan Timur kini mulai dibekali pelatihan penggunaan Google Workspace dan Canva untuk mendukung proses pembelajaran digital.
Kepala UPTD Teknologi Komunikasi dan Informasi Pendidikan Disdikbud Kaltim Muchamad Awaludin, menilai penguatan literasi digital menjadi kunci agar proses belajar mengajar tidak lagi monoton. “Penguatan literasi digital bagi guru dinilai sebagai kunci efektivitas belajar mengajar di era modern agar proses transfer ilmu di ruang kelas tidak lagi berjalan monoton,” ucap Awaludin.
Data UNESCO sebelumnya juga menunjukkan, kualitas guru menjadi salah satu faktor paling berpengaruh terhadap hasil belajar siswa. Dalam laporan Global Education Monitoring Report, UNESCO menyebut kualitas pengajaran memiliki kontribusi besar terhadap peningkatan kemampuan literasi, numerasi, dan daya saing generasi muda di berbagai negara.
Sementara itu, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah terus mendorong kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan lembaga pendidikan daerah agar transformasi kualitas guru tidak berhenti pada pelatihan jangka pendek, tetapi menjadi ekosistem peningkatan kompetensi yang berkelanjutan.
Melalui penguatan kompetensi akademik, kepemimpinan, serta literasi digital, pemerintah berharap lahir lebih banyak guru adaptif yang mampu menjawab tantangan pendidikan modern sekaligus mendukung target pembangunan sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045.
as a preferred
Tinggalkan Komentar
Komentar