banner-sheroes-yoga
Perbankan

OJK Laporkan Kredit Perbankan Tumbuh 9,96% pada Januari 2026

OJK catat kredit perbankan Januari 2026 tumbuh 9,96%, DPK naik 13,48%, dan likuiditas tetap memadai.

Para pejabat Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), RDKB
Para pejabat Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) saat konferensi pers RDKB, Jakarta, Selasa (3/3). Periskop.id/Siti Ayu Rachma.
Ukuran teks
Sedang

periskop.id - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat pada Januari 2026, kredit tumbuh sebesar 9,96% secara tahunan (year-on-year/yoy) menjadi sebesar Rp8.527 triliun. Angka ini meningkat dibandingkan positif Desember 2025 mencapai 9,63%.  ‎Berdasarkan jenis penggunaan, kredit investasi tumbuh sebesar 22,38%, yang diikuti oleh kredit konsumsi sebesar 6,58%. Sedangkan kredit modal kerja sebesar 4,13%.

‎"Kinerja intermediasi perbankan tumbuh positif dengan profil risiko yang tetap terjaga," ucap Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Diam Ediana Rae dalam konferensi pers RDKB, Jakarta, Selasa (3/3). 

‎Berdasarkan kategori debitur, kredit korporasi tumbuh sebesar 16,07% ditinjau dari kepemilikan, kredit bank BUMN tumbuh sebesar 13,43% yoy.

‎Di sisi lain, dana pihak ketiga (DPK) tumbuh sebesar 13,48% yoy, di mana Desember yang lalu tercatat sebesar 13,83% yoy menjadi sebesar Rp10.076 triliun. Dengan giro deposito dan tabungan masing-masing tumbuh sebesar 19,75%, 12,61% dan 8,27% yoy.

‎Sementara likuditas industri perbankan pada Januari 2026 juga tetap memadai dengan ratio Alat Likud to Non-Core Deposit (ALNCD) dan alat likud ke dana pihak ketiga (Alat Likuid terhadap Dana Pihak Ketiga/ALDPK) masing-masing sebesar 121,23%. 

‎Di bulan Desember yang lalu ada sebesar 126,19% dan 27,54% dimana Desember lalu sebesar 2025 ada sebesar 28,57%. Ini masih di atas threshold masing-masing sebesar 50% dan 10%," tuturnya. 

‎Sementara itu, liquidity coverage ratio atau LCR berada di level 197,92%. Sementara itu, kualitas kredit tetap terjaga dengan ratio NPR growth sebesar 2,14%.

‎"Desember yang lalu sebesar 2,05% dan NPR net sebesar 0,89%. Desember yang lalu sebesar 0,79%. Sementara loan at risk tercatat sebesar 9,01% dimana Desember yang lalu tercatat sebesar 

‎8,77%," paparnya.

‎Secara umum, Dian mengatakan bahwa tingkat profitabilitas bank ROA) sebesar 2,49% dari sebelumnya 2,53%.  ‎Ketahanan perbankan juga tetap kuat, hal ini katanya tercermin dari permodalan atau capital adequacy ratio sebesar 25,87% jika dibandingkan Desember tahun 2025 tercatat 25,87%. 

‎"Menjadi, tentu ini menjadi buffer mitigasi risiko yang kuat di tengah kondisi ketidakpastian global di masa ini," tutup Dian. 

Baca berita dan informasi lainnya mengenai RDKB, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), perbankan, dan Kredit perbankan dengan mengeklik tautan.

Gimana reaksimu soal berita ini?

Rekomendasi untukmu

Komentar (0)

Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.

Belum ada komentar.