periskop.id - Menteri Perdagangan Budi Santoso menargetkan nilai transaksi Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 mencapai US$17,5 miliar. Target tersebut naik sekitar 6% dibandingkan sasaran tahun sebelumnya, setelah capaian 2024 melampaui ekspektasi.

“Tahun lalu targetnya US$16,5 miliar, tetapi realisasinya justru menembus US$22,8 miliar. Artinya, potensi ekspor kita masih sangat besar. Tahun ini kita naikkan target secara terukur,” ujar Budi dalam sambutannya pada acara Launching Trade Expo Indonesia ke-41 di Gedung Kementerian Perdagangan, Jakarta, Kamis (26/2).

Sepanjang 2025, ekspor Indonesia tercatat tumbuh 6,15%. Neraca perdagangan pun tetap mencatatkan rapor hijau yang meningkat 31% dan telah berlangsung selama 68 bulan berturut-turut.

“Di tengah dinamika global yang tidak mudah, neraca dagang kita tetap hijau. Ini menunjukkan produk Indonesia masih kompetitif dan pasar internasional masih memberi ruang pertumbuhan,” kata Budi.

Untuk memastikan target transaksi tercapai, Kementerian Perdagangan menerapkan strategi tiga tahap. Pertama, business matching sebelum pameran melalui jaringan atase perdagangan dan Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) di berbagai negara. Dengan pola ini, pelaku usaha lebih dulu dipertemukan dengan calon pembeli potensial sehingga pembahasan saat pameran lebih terarah dan siap masuk tahap finalisasi.

Tahap kedua adalah transaksi langsung selama pameran berlangsung, yang dimaksimalkan melalui pertemuan tatap muka dan penandatanganan kontrak dagang. Sementara tahap ketiga berupa pengawalan realisasi kontrak agar tidak terhambat persoalan administratif maupun teknis.

“Kita tidak ingin berhenti pada komitmen di atas kertas. Kontrak yang sudah diteken harus benar-benar terealisasi dan berkontribusi pada ekspor riil,” tegasnya.

Sementara itu, Direktur Utama PT Debindo Multi Adhiswasti, Vibiadhi Swasti, menyatakan pihaknya telah menyiapkan penguatan fasilitas serta perluasan sektor industri guna mendukung optimalisasi transaksi.

Menurut Vibiadhi, sektor yang dihadirkan meliputi F&B dan produk pertanian, manufactured products, industrial estate, fashion & craft, serta furniture & home decor. Penyelenggara juga menyiapkan fasilitas berstandar internasional dan program buyer hospitality dengan penyediaan sekitar 250 kamar hotel gratis bagi pembeli mancanegara terkurasi.

“Kami ingin memastikan buyer yang hadir benar-benar potensial dan siap bertransaksi sejak hari pertama,” ujarnya.

TEI ke-41 akan digelar pada 14–18 Oktober 2026 di ICE BSD, Tangerang. Pemerintah optimistis ajang promosi dagang tahunan ini kembali menjadi penggerak ekspor nasional di tengah tekanan perdagangan global.