Iklan
Perdagangan

Sudah Tak Lagi Impor Beras, Amran: Masih Banyak Negara-negara Eksportir Incar RI

Indonesia tidak lagi mengimpor beras sejak 2025. Menteri Pertanian Amran Sulaiman menyebut kondisi itu membuat Indonesia tetap diincar negara eksportir beras dunia.

Sudah Tak Lagi Impor Beras, Amran: Masih Banyak Negara-negara Eksportir Incar RI
Ilustrasi menyelidiki beras fortifikasi oplosan. AI Generated Image
Ukuran teks
Sedang

Periskop.id - Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengatakan Indonesia tidak lagi melakukan impor beras sejak 2025. Menurutnya, kondisi tersebut membuat Indonesia tetap menjadi incaran negara-negara eksportir beras dunia karena sebelumnya merupakan salah satu pasar terbesar.

"Kita importir terbesar di 2020, hingga 2024 importir terbesar beras dunia, yaitu 7 juta ton. Alhamdulillah 2025 tidak ada impor. Karena tidak ada impor, pasti negara-negara yang eksportir beras dunia, Thailand, Vietnam, India, Pakistan, dan lain-lain, itu petaninya tertekan," ujar Amran dalam konferensi pers, Jakarta, dikutip Rabu (23/9).

Pernyataan tersebut disampaikan Amran terkait penindakan Kementerian Pertanian bersama Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan terhadap dugaan penyelundupan beras dan garam senilai Rp15,8 miliar.

Penindakan pertama dilakukan di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, pada 19 Agustus 2026 terhadap 15 kontainer yang diberitahukan berisi ammonium chloride asal India dengan berat total 412,5 ton.

Berdasarkan pemeriksaan fisik dan pengujian Laboratorium Bea Cukai Surabaya, ditemukan 202.450 kilogram beras dan 211.000 kilogram garam. Nilai barang dalam penindakan tersebut diperkirakan mencapai Rp7,853 miliar.

Sementara itu, penindakan kedua dilakukan di Kawasan Berikat Bogor pada 7 September 2026. Penindakan ini merupakan pengembangan informasi dari kasus di Tanjung Perak terkait dugaan penggunaan modus serupa melalui pelabuhan lain.

Amran mengatakan Indonesia menjadi incaran karena memiliki pasar yang besar. Namun, kondisi tersebut berubah setelah Indonesia mencapai swasembada beras.

"Indonesia diincar karena pasar terbesar, tetapi tiba-tiba swasembada," tutup Amran.

 

Baca berita dan informasi lainnya mengenai Andi Amran Sulaiman, Kementerian Pertanian (Kementan), dan beras dengan mengeklik tautan.

Gimana reaksimu soal berita ini?

Rekomendasi untukmu

Komentar (0)

Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.

Belum ada komentar.