banner-sheroes-yoga
Persona

Sepatu Cantik Belum Tentu Nyaman, Kenali Bentuk Kaki Sebelum Salah Pilih

Kenali bentuk kaki sebelum memilih sepatu. Dari Egyptian Foot hingga kaki lebar, model sepatu yang tepat bisa membuat kaki lebih nyaman.

Sepatu Cantik Belum Tentu Nyaman, Kenali Bentuk Kaki Sebelum Salah Pilih
Ilustrasi pemilihan sepatu berdasarkan bentuk kaki. Foto: Envato/NomadSoul1
Ukuran teks
Sedang

Periskop.id - Pernah merasa sepatu yang terlihat cantik di kaki orang lain justru terasa menyiksa saat dipakai sendiri? Baru jalan sebentar, jempol mulai tertekan, bagian belakang lecet, atau jari-jari terasa seperti berebut tempat.

Bisa jadi masalahnya bukan pada sepatunya. Bisa jadi bentuk kaki memang kurang cocok dengan model tersebut.

Setiap orang memiliki bentuk kaki yang berbeda. Ada yang jempolnya paling panjang, ada yang jari kedua justru lebih panjang, sementara sebagian lainnya memiliki deretan jari dengan panjang yang hampir sama. Lebar kaki dan tinggi punggung kaki juga berbeda-beda.

Karena itu, memilih sepatu sebaiknya tidak hanya berdasarkan ukuran, warna, atau tren. Mengenali bentuk kaki dan sepatu yang cocok bisa membantu menemukan alas kaki yang lebih nyaman untuk digunakan sehari-hari.

Bentuk Kaki dan Sepatu yang Cocok

1. Egyptian Foot: Jempol Paling Panjang

Pada bentuk kaki ini, jempol merupakan jari terpanjang, lalu panjang jari lainnya berangsur-angsur menurun.

Pemilik bentuk kaki seperti ini biasanya lebih nyaman menggunakan sepatu dengan bagian depan yang mengikuti bentuk kaki. Toe box yang cukup luas juga memberikan ruang bagi jari untuk bergerak.

Model sepatu yang bisa dipilih: flat shoes, sneakers, loafers, hingga sandal dengan bagian depan yang tidak terlalu menyempit.

Untuk heels, pilih model dengan ujung yang tidak terlalu lancip dan memiliki ruang cukup untuk jari. Hindari sepatu yang membuat jempol terus terdorong ke depan.

2. Greek Foot: Jari Kedua Lebih Panjang

Kalau jari kedua lebih panjang daripada jempol, bentuk kaki ini sering disebut Greek foot.

Karena jari kedua menjadi bagian yang paling panjang, jangan hanya memastikan posisi jempol tidak menyentuh ujung sepatu. Pastikan juga ada ruang untuk jari kedua.

Model sepatu yang bisa dipilih: sneakers, flat shoes, loafers, dan sandal dengan bagian depan yang cukup lega.

Untuk heels, model dengan ujung yang tidak terlalu sempit bisa terasa lebih nyaman. Ukuran sepatu juga sebaiknya mengikuti jari terpanjang, bukan hanya posisi jempol.

3. Roman Foot: Jari-Jari Depan Hampir Sama Panjang

Bentuk kaki ini membuat beberapa jari bagian depan terlihat memiliki panjang yang relatif mirip. Akibatnya, bagian depan kaki biasanya tampak lebih lebar.

Model sepatu yang terlalu lancip dapat membuat jari-jari saling berhimpitan.

Model sepatu yang bisa dipilih: flat shoes dengan ujung bulat, sneakers dengan toe box lebar, loafers dengan bagian depan tidak terlalu runcing, serta sandal dengan tali yang tidak terlalu menekan.

Jika ingin memakai heels, pilih model dengan ujung bulat atau persegi dibandingkan ujung yang sangat lancip.

4. Kaki Lebar: Jangan Hanya Perhatikan Panjang Sepatu

Punya kaki yang cenderung lebar? Jangan hanya melihat angka ukuran sepatu.

Sepatu dengan panjang yang sudah sesuai belum tentu nyaman jika bagian sampingnya terlalu sempit. Jari-jari seharusnya memiliki ruang untuk berada dalam posisi yang nyaman, bukan terus terjepit.

Model sepatu yang bisa dipilih: sneakers dengan toe box lebar, flat shoes yang fleksibel, loafers dengan bagian depan lebih lapang, serta sandal dengan strap yang bisa disesuaikan.

Untuk heels, hindari model yang bagian depannya sangat sempit. Sepatu dengan hak lebih rendah dan alas yang lebih stabil juga bisa menjadi pilihan jika digunakan dalam waktu lama.

5. Punggung Kaki Tinggi: Cari Sepatu yang Bisa Disesuaikan

Bentuk kaki bukan hanya soal jari dan lebar kaki. Tinggi punggung kaki juga dapat memengaruhi kenyamanan sepatu.

Pada punggung kaki yang tinggi, sepatu tertutup dengan bagian atas yang terlalu rendah atau ketat bisa terasa menekan.

Model sepatu yang bisa dipilih: sneakers bertali, loafers dengan material fleksibel, flat shoes dengan bagian atas yang tidak terlalu kaku, atau sandal dengan strap yang dapat diatur.

Untuk heels, model dengan strap yang bisa disesuaikan dapat memberikan ruang lebih baik dibandingkan sepatu yang benar-benar tertutup dan ketat.

Ilustrasi bentuk-bantuk kaki. Dihasilkan oleh AI

Risiko Salah Memilih Sepatu

Sepatu yang terlalu sempit, terlalu pendek, atau tidak sesuai dengan bentuk kaki mungkin awalnya hanya terasa kurang nyaman. Namun, jika terus digunakan, tekanan dan gesekan berulang dapat menimbulkan berbagai masalah pada kaki.

Lecet dan kapalan merupakan keluhan yang paling umum. Gesekan berulang pada bagian tertentu dapat membuat kulit menebal atau menimbulkan luka, terutama jika sepatu baru digunakan dalam waktu lama.

Sepatu dengan bagian depan yang terlalu sempit juga dapat membuat jari-jari kaki tertekan. Pada sebagian orang, tekanan berulang dapat berkontribusi terhadap munculnya masalah seperti bunion atau perubahan posisi jari kaki.

Selain itu, sepatu yang tidak memberikan ruang cukup dapat membuat kaki terasa nyeri, kebas, atau kesemutan setelah digunakan. Masalahnya bisa semakin terasa ketika sepatu dipakai untuk berjalan jauh atau berdiri berjam-jam.

Tumit dan telapak kaki juga bisa ikut terkena dampaknya. Sepatu dengan bantalan atau dukungan yang tidak sesuai dapat membuat tekanan pada telapak terasa lebih berat, terutama ketika digunakan dalam aktivitas sehari-hari.

Bukan berarti setiap rasa tidak nyaman setelah memakai sepatu akan langsung menyebabkan masalah kaki. Namun, rasa sakit yang berulang merupakan tanda bahwa sepatu tersebut mungkin perlu dievaluasi.

Bagaimana Memilih Sepatu Sesuai Bentuk Kaki?

Tidak perlu terlalu pusing menghafalkan istilah setiap bentuk kaki. Yang paling penting adalah memperhatikan bagaimana kaki terasa ketika berada di dalam sepatu.

Saat membeli flat shoes, heels, sneakers, loafers, atau sandal, coba gunakan sambil berdiri dan berjalan beberapa langkah. Pastikan jari tidak tertekuk, tidak saling berhimpitan, dan tidak terus menekan bagian depan sepatu.

Pastikan juga ada ruang yang cukup di depan jari terpanjang. Jangan mengandalkan prinsip "nanti juga melar" jika sejak awal sepatu sudah terasa sakit atau sangat sempit.

Untuk sepatu yang akan digunakan seharian, perhatikan juga materialnya. Bahan yang cukup fleksibel dan desain yang memberikan ruang pada kaki biasanya lebih nyaman dibandingkan model yang terlalu kaku.

Jangan lupa, ukuran kaki kanan dan kiri juga bisa sedikit berbeda. Kalau memungkinkan, coba kedua sepatu sebelum membeli.

 

Baca berita dan informasi lainnya mengenai fashion dengan mengeklik tautan.

Gimana reaksimu soal berita ini?

Rekomendasi untukmu

Komentar (0)

Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.

Belum ada komentar.