periskop.id - PT Harta Djaya Karya Tbk (MEJA) tengah menapaki babak baru dalam pengembangan bisnisnya. Emiten ini bersiap masuk ke sektor pertambangan batu bara melalui rencana akuisisi 45% saham PT Trimata Coal Perkasa (TCP) dengan nilai transaksi mencapai Rp1,6 triliun.

Rencana tersebut diawali dengan penandatanganan perjanjian bersyarat antara pemegang saham pengendali MEJA, PT Triple Berkah Bersama (Triple B), dan pemegang saham pengendali TCP pada 22 Desember 2025. Selanjutnya, proses akuisisi akan dilaksanakan dengan mengikuti seluruh mekanisme dan ketentuan yang berlaku di pasar modal.

Adapun, dalam kesepakatan awal tersebut, MEJA akan mengakuisisi Pembayaran atas transaksi ini akan direalisasikan secara bertahap sesuai dengan skema yang telah disepakati para pihak.

"Rencana pengambilalihan saham TCP merupakan wujud komitmen pemegang saham pengendali untuk memperkuat fondasi bisnis serta mendorong ekspansi usaha MEJA ke sektor yang memiliki prospek jangka panjang," ucap Direktur Triple B Noprian Fadli dalam keterangan resmi,Senin (5/1).

Menurut Noprian, porsi saham yang akan diambil alih tersebut telah memenuhi persyaratan pengendalian, sehingga menjadikan MEJA sebagai pemegang saham pengendali baru di TCP. Ia juga menegaskan bahwa transaksi ini dilakukan secara independen, tanpa adanya hubungan afiliasi antara Triple B dan TCP.

“Saham yang akan diakuisisi memiliki hak yang memenuhi ketentuan pengendalian, sehingga MEJA nantinya akan menjadi pemegang saham pengendali di TCP,” tambahnya.

TCP sendiri dikenal sebagai perusahaan tambang yang memiliki aset batu bara berskala besar di Sumatera Selatan. Perusahaan ini menguasai wilayah konsesi seluas kurang lebih 11.640 hektare.

Berdasarkan laporan Joint Ore Reserves Committee (JORC) yang disusun oleh konsultan independen Faan Grobelaar & Associates, TCP memiliki estimasi sumber daya batu bara tertambang (mineable coal resources) mencapai sekitar 693,7 juta ton. Mayoritas memiliki nilai kalori di atas 5.000 kkal per kilogram.

Tak hanya itu, TCP juga telah mengantongi Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) IUP Operasi Produksi yang disetujui oleh instansi berwenang. Dalam RKAB tersebut, TCP memperoleh izin produksi batu bara untuk periode 2024–2026 dengan total volume mencapai 2,6 juta ton.

Sebagai catatan, Triple B resmi menjadi pemegang saham pengendali baru MEJA setelah menyelesaikan transaksi pembelian 878,84 juta saham biasa perseroan melalui pasar negosiasi pada 3 Desember 2025. Transaksi tersebut dilakukan dengan harga pelaksanaan Rp20 per saham, sehingga total nilai transaksi mencapai Rp17,6 miliar.

Sehingga, masuknya Triple B sebagai pengendali, disertai dengan rencana akuisisi TCP, menjadi sinyal kuat perubahan arah strategis MEJA, dari sebelumnya bergerak di sektor perdagangan menuju ekspansi ke industri batu bara yang dinilai memiliki potensi pertumbuhan signifikan ke depan.