periskop.id - PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) menetapkan target prapenjualan sebesar Rp10 triliun untuk tahun buku 2026. Target ini nyaris sejalan dengan pencapaian tahun 2025 dan mencerminkan strategi pertumbuhan yang terukur, berkelanjutan, serta fokus pada permintaan pasar yang tetap solid.

Direktur BSDE Hermawan Wijaya menegaskan target prapenjualan 2026 tetapkan secara prudent dengan mempertimbangkan prospek industri properti dan pencapaian kinerja tahun lalu.

"Kami tetapkan secara prudent dengan memperhatikan prospek industri properti 2026 serta pencapaian kinerja tahun 2025. Permintaan fundamental tetap terjaga, terutama pada proyek-proyek township seperti BSD City dan kawasan penyangga Jakarta," ucapnya dalam keterangan resmi dikutip dari keterbukaan informasi BEI,Kamis (26/2).

Hermawan mengatakan dari total target Rp10 triliun, segmen residensial menjadi penggerak utama dengan kontribusi Rp5 triliun atau 50% dari keseluruhan target. Adapun, BSD City kembali menjadi primadona, ditargetkan menyumbang Rp1,6 triliun atau 16% dari total penjualan residensial, diikuti Nava Park Rp1 triliun dan Grand Wisata Rp700 miliar.

"Ini menegaskan posisi BSDE sebagai pengembang township mandiri berkelas dengan komitmen panjang sejak 1989," sambung dia.

Setiap proyek residensial ini bukan sekadar rumah, tetapi bagian dari ekosistem kota modern yang terintegrasi, hijau, dan nyaman dihuni. Selanjutnya, segmen komersial juga menjadi fokus dengan target Rp3,5 triliun atau 35% dari total prapenjualan.

Kawasan komersial BSD City ditargetkan menyumbang Rp1,8 triliun sementara gabungan kawasan komersial di township lain serta Apartemen Southgate masing-masing menyumbang Rp950 miliar dan Rp200 miliar. Strategi ini memperkuat ekosistem terpadu BSD City, di mana hunian, kantor, pusat perbelanjaan, dan fasilitas publik berjalan selaras, menciptakan nilai tambah bagi penghuni maupun investor.

Segmen lain-lain yang mengusung kolaborasi strategis melalui joint venture termasuk proyek Nava Park, Hiera, dan The Zora, diproyeksikan menyumbang Rp1,5 triliun. Hal ini menegaskan pendekatan BSDE yang tidak hanya mengembangkan kota, tetapi juga menjalin kemitraan untuk memperkuat portofolio dan menciptakan township bernilai tinggi.

Dengan kombinasi ketiga segmen ini, lebih dari 60% target prapenjualan 2026 akan berasal dari proyek unggulan BSD City melalui penjualan yang sedang berjalan maupun peluncuran produk baru yang segar dan inovatif.

“Kami terus mengembangkan BSD City sebagai kota mandiri modern yang hijau, terintegrasi, dan bernilai tinggi, menghadirkan produk residensial dan komersial berkualitas, serta membangun kolaborasi strategis yang memperkuat daya tarik BSD City sebagai township masa depan," tambah Hermawan.

Dengan fondasi kuat, portofolio beragam, dan strategi pertumbuhan yang matang BSDE menatap 2026 dengan optimime memastikan BSD City tetap menjadi magnet utama properti dan investasi di kawasan Greater Jakarta.

Selain itu, anak usaha BSDE diperkirakan menyumbang sekitar 3,5% dari total target prapenjualan 2026 didorong oleh tiga proyek unggulannya yakni Rancamaya, Royal Tajur, dan Harvest City.

Hermawan mengklaim prospek industri properti pada 2026 tetap kondusif, didukung kebijakan fiskal dan moneter yang akomodatif. Dengan Pemerintah memperpanjang insentif PPN DTP 100% untuk rumah tapak dan apartemen siap huni hingga Rp5 miliar. Sementara itu, Bank Indonesia menjaga stabilitas suku bunga dan memberikan relaksasi rasio LTV hingga 100%, menciptakan iklim yang menarik bagi investor maupun pembeli. 

Tak hanya itu, konsumen juga bisa memanfaatkan program pemasaran nasional terbaru BSDE, “Royal Key”,. Program tersebut menawarkan serangkaian keuntungan menarik mulai dari potongan harga hingga 26%, subsidi uang muka hingga 15%, bebas BPHTB dan biaya KPA, voucher furniture, hadiah konsumen, hingga voucher elektronik pada periode tertentu.

"Strategi ini diharapkan semakin mempermudah masyarakat memiliki hunian berkualitas dan mendorong pencapaian target prapenjualan secara optimal," tutup Hermawan.