periskop.id - Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) menekankan pentingnya dialog rutin dan pelaporan konsisten dalam kerja sama pembiayaan luar negeri. Hal itu disampaikan Wakil Menteri Bappenas Febrian Alphyanto Ruddyard pada Development Partner Coordination Meeting yang dihadiri lebih dari 30 mitra pembangunan internasional.
Febrian menegaskan bahwa kolaborasi dengan lembaga pembangunan tidak hanya bernilai dari sisi pendanaan, tetapi juga dari gagasan, teknologi, hingga inovasi baru yang dapat memperkuat kelembagaan pemerintah. Karena itu, komunikasi yang terstruktur menjadi kunci untuk menjaga keselarasan program dan merespons dinamika global.
“Kami ingin mendorong keterlibatan yang berkelanjutan melalui diskusi rutin, umpan balik yang jujur, dan pelaporan konsisten. Dialog bersama yang terstruktur akan memperkuat koordinasi, akuntabilitas, dan kualitas keseluruhan kerja sama kita,” ujarnya di Jakarta, Senin (1/12) dikutip dari Antara.
Dalam forum tersebut, Deputi Bidang Pembiayaan dan Investasi Pembangunan Putut Hari Satyaka memaparkan arah kebijakan pembiayaan luar negeri serta proses penyusunan Blue Book 2025–2029.
Putut menjelaskan pentingnya koordinasi intensif dengan mitra pembangunan untuk memastikan proyek yang diusulkan kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah selaras dengan strategi nasional.
Putut juga menyoroti langkah-langkah perbaikan pipeline proyek, mulai dari tahap Blue Book sebagai daftar rencana awal, Green Book sebagai daftar prioritas, hingga Daftar Kegiatan sebagai tahap final implementasi.
Penataan berjenjang ini diharapkan mempercepat proses persetujuan dan mencegah duplikasi proyek.
“Kita perlu memastikan pipeline semakin kuat dan proses implementasinya berlangsung lebih cepat dan efektif,” ujarnya.
Pertemuan itu melibatkan perwakilan kedutaan, lembaga keuangan internasional, dan organisasi pembangunan multilateral, bersama Bappenas dan Kementerian Keuangan.
Tinggalkan Komentar
Komentar