periskop.id - Perekonomian Indonesia kembali menunjukkan ketahanan yang solid. Pada kuartal III 2025, pertumbuhan ekonomi tercatat 5,04%, melanjutkan tren pertumbuhan di atas 5% dalam beberapa tahun terakhir.
Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Perkasa Roeslani menilai capaian tersebut di topang oleh investasi dan Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB).
Rosan menuturkan, investasi menjadi kontributor terbesar kedua terhadap pertumbuhan ekonomi dengan porsi 29,09%. Posisi ini berada tepat di bawah konsumsi rumah tangga yang masih mendominasi dengan kontribusi 53,14%. Adapun belanja pemerintah menyumbang 7,17% terhadap pertumbuhan ekonomi, sementara net ekspor memberikan kontribusi 3,47%.
"Kami menekankan bahwa stabilnya aliran investasi bukan hanya menopang pertumbuhan ekonomi, tetapi juga membuka peluang kerja dalam jumlah besar, isu yang terus menjadi prioritas nasional. Karena itu, target investasi jangka menengah dirancang jauh lebih ambisius," ucap Rosan dalam rapat kerja dengan Komisi XII DPR RI, Selasa (2/12).
Sebelumnya, Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) meminta kementerian mendorong peningkatan investasi sebesar 15,7% per tahun selama periode 2025–2029. Dengan proyeksi tersebut, total investasi yang diharapkan masuk dalam lima tahun mendatang mencapai Rp13.032 triliun, atau sekitar USD869 miliar.
Target ini melonjak signifikan dibandingkan total investasi Rp9.100 triliun yang terealisasi sepanjang satu dekade terakhir, dari 2014 hingga 2024.
Rosan menjelaskan, besarnya target ini merupakan bagian dari upaya mencapai pertumbuhan ekonomi 8% pada 2029. Perhitungan dilakukan dengan asumsi Incremental Capital Output Ratio (ICOR) yang masih sama seperti saat ini.
"Jika ICOR dapat diturunkan melalui peningkatan efisiensi investasi, maka dampaknya terhadap pertumbuhan ekonomi akan lebih besar lagi," sambungnya.
Meski demikian, Rosan mengatakan investasi tidak hanya ditakar dari besarnya nilai realisasi. Fokus kini digeser pada kualitas dan keberlanjutannya.
"Investasi yang masuk diharapkan membawa transfer teknologi, meningkatkan kompetensi tenaga kerja, serta memperkuat proses upskilling dan reskilling agar sumber daya manusia Indonesia mampu mengikuti kebutuhan industri masa depan," ujarnya
Tinggalkan Komentar
Komentar