periskop.id - PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) telah merealisasikan sekitar separuh dari total dana hasil penawaran umum perdana saham (Initial Public Offering/IPO). Hingga 31 Desember 2025, emiten infrastruktur yang tergabung dalam Chandra Asri Group ini telah menyerap dana IPO sebesar Rp1,21 triliun.

"Realisasi Penggunaan Dana Hasil Penawaran Umum Saham Perdana Perseroan untuk periode sampai dengan 31 Desember 2025 sebesar Rp1.206.173.293.777," mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (14/1).

Direktur PT Chandra Daya Investasi Tbk Jonathan Kandinata menyampaikan, realisasi tersebut terdiri atas setoran modal sebesar Rp634,4 miliar kepada PT Chandra Shipping International (CSI) dan PT Marina Indah Maritim (MIM). Selain itu, perseroan juga menyetorkan modal sebesar Rp571,8 miliar kepada PT Chandra Samudera Port (CSP).

Informasi saja, CDIA melantai di BEI pada Juli 2025 dan berhasil menghimpun dana IPO sebesar Rp2,37 triliun. Setelah dikurangi biaya penawaran umum sebesar Rp19,4 miliar, dana bersih yang diperoleh perseroan mencapai Rp2,35 triliun.

Merujuk pada prospektus IPO PT Chandra Daya Investasi Tbk, dana sebesar Rp871,8 miliar dialokasikan untuk anak usaha CSI dan MIM. Sebagian dana CSI kemudian diteruskan kepada Chandra Maritime International Pte Ltd (CMI) yang digunakan untuk pembelian kapal serta pembiayaan operasional.

Sementara itu, sisa dana IPO sebesar Rp1,48 triliun dialokasikan sebagai setoran modal kepada CSP yang selanjutnya disalurkan kepada PT Chandra Cilegon Port (CCP). Rencananya, dana yang diterima CCP akan dimanfaatkan untuk pembangunan tangki penyimpanan, pipa saluran ethylene, serta fasilitas penunjang lainnya.

Dengan realisasi tersebut, CDIA masih memiliki sisa dana IPO sekitar Rp1,15 triliun yang saat ini ditempatkan di Bank DBS Indonesia dalam bentuk rekening giro dengan tingkat bunga 4,75% per tahun.