Periskop.id - Pasar modal Indonesia mengalami hari yang sangat kelam pada perdagangan Rabu, 28 Januari 2026. Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG secara mengejutkan ditutup melemah sangat tajam dengan penurunan sebesar 659,67 poin. 

Angka ini setara dengan koreksi dalam sebesar 7,35% yang membawa indeks bersandar ke level 8.320,56 pada akhir sesi perdagangan sore ini.

Kepanikan pasar sudah terasa sejak bursa dibuka. Bahkan, otoritas bursa terpaksa melakukan trading halt atau penghentian perdagangan sementara pada sesi pagi. Langkah darurat ini diambil setelah IHSG menyentuh level terendah hariannya di angka 8.187,74, yang menandakan penurunan lebih dari 8% dari posisi pembukaan di level 8.393,51. 

Sepanjang hari yang fluktuatif ini, indeks bergerak pada rentang yang sangat lebar antara 8.187,74 hingga posisi tertinggi di 8.596,17.

Seluruh sektor di Bursa Efek Indonesia (BEI) kompak memerah tanpa terkecuali. Beberapa sektor strategis bahkan mengalami koreksi dua digit yang memperparah kondisi indeks secara keseluruhan. 

Berikut adalah rincian performa sektoral pada penutupan hari ini:

Sektor Infrastruktur (IDXINFRA)

Sektor infrastruktur menjadi beban terberat bagi bursa hari ini dengan mencatatkan penurunan terdalam. Setelah dibuka pada level 2.810,42, indeks sektor ini tersungkur sebesar 10,2% ke angka 2.523,72. Pergerakan IDXINFRA tercatat berada di kisaran 2.515,54 sampai 2.810,42 sepanjang sesi.

Sektor Energi (IDXENERGY)

Menyusul di peringkat kedua adalah sektor energi. Indeks IDXENERGY yang dibuka pada posisi 4.636,58 harus rela ditutup merosot 9,57% menuju level 4.192,88. Sektor ini sempat bergerak di kisaran terendah 4.163,82 sebelum akhirnya sedikit membaik di penutupan.

Sektor Barang Baku (IDXBASIC)

Koreksi signifikan juga melanda sektor barang baku. Dibuka pada level 2.439,501, sektor ini ditutup melemah sebesar 7,88% ke angka 2.247,37. Rentang pergerakan harian sektor ini berada di antara 2.211,27 sampai 2.439,50.

Sektor Properti dan Real Estat (IDXPROPERT)

Sektor properti tidak luput dari tekanan jual masif. Dari harga pembukaan 1.234,07, indeks sektor ini melemah 7,5% dan berakhir di posisi 1.141,55. Level terendah harian sempat menyentuh 1.135,74.

Sektor Teknologi (IDXTECHNO)

Meskipun sering dianggap sebagai sektor masa depan, IDXTECHNO hari ini turun sebesar 6,79%. Setelah dibuka di angka 9.571,07, saham-saham teknologi berguguran hingga menutup hari di level 8.920,78.

Sektor Perindustrian (IDXINDUST)

Sektor perindustrian mencatatkan penurunan sebesar 6,19%. Dibuka pada level 2.148,45, indeks ini berakhir di posisi 2.015,42 dengan rentang pergerakan harian yang relatif sempit di kisaran 2.001,20 hingga 2.148,40.

Sektor Barang Konsumen Non-Primer (IDXCYCLIC)

Sektor yang berkaitan dengan daya beli masyarakat untuk barang tersier ini turun 5,99%. Setelah dibuka di angka 1.417,97, IDXCYCLIC ditutup pada level 1.333,09.

Sektor Keuangan (IDXFINANCE)

Sektor perbankan dan keuangan yang merupakan pilar utama IHSG juga melemah meskipun tidak sedalam sektor infrastruktur. IDXFINANCE turun sebesar 4,31% dari angka pembukaan 1.512,87 menjadi 1.447,68 pada sore ini.

Sektor Kesehatan (IDXHEALTH)

Sektor kesehatan mengalami penurunan moderat dibandingkan sektor lainnya, yaitu sebesar 4,2%. Indeks ini ditutup pada level 2.037,63 setelah bergerak di kisaran 2.022,47 sampai 2.126,93 sepanjang perdagangan.

Sektor Barang Konsumen Primer (IDXNONCYC)

Sektor yang mencakup kebutuhan pokok masyarakat menjadi sektor yang paling tahan banting, meski tetap berakhir di zona merah. IDXNONCYC turun sebesar 3,96% dari pembukaan 854,92 ke angka 821,09 pada saat bel penutupan berbunyi.