Periskop.id - Pasar saham Indonesia kembali menghadapi tekanan hebat pada perdagangan tengah pekan ini. Berdasarkan data resmi yang dirilis oleh Bursa Efek Indonesia (BEI), Indeks Harga Saham  Gabungan (IHSG) hari ini, Kamis (29/1), resmi ditutup pada level 8.232,20. 

Angka tersebut menunjukkan penurunan yang cukup signifikan sebesar 88,35 poin atau melemah sekitar 1,06% jika dibandingkan dengan posisi penutupan sebelumnya yang berada di level 8.320,56.

Pergerakan indeks sepanjang hari tercatat sangat fluktuatif dengan tingkat volatilitas yang tinggi. Para investor menyaksikan dinamika pasar yang lebar, di mana IHSG sempat merosot hingga ke level terendah pada angka 7.481,99. 

Meskipun sempat melakukan perlawanan dan mencapai titik tertinggi di posisi 8.296,94, indeks akhirnya harus menyerah dan berakhir di zona merah pada penutupan sore ini.

Salah satu faktor utama yang membayangi gerak indeks adalah aksi jual masif oleh investor internasional. Laporan BEI menunjukkan bahwa terjadi net foreign sell atau jual bersih asing dengan nilai total mencapai Rp4,63 triliun, yang setara dengan US$275,93 juta. 

Meskipun arus modal keluar sangat deras, beberapa saham tetap mencatatkan beli bersih asing (net foreign buy) dan bahkan tampil sebagai penggerak pasar (top leaders).

Deretan Saham yang Menjadi Incaran Asing (Net Foreign Buy)

Dalam jajaran teratas net foreign buy, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) menunjukkan performa gemilang dengan ditutup pada harga Rp3.780 per lembar, naik 5,29%, menjadikannya emiten besar dengan kenaikan harga paling tinggi. 

Begitu pula dengan PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) yang menguat 5% ke level Rp63, sehingga masuk dalam daftar top leaders. Namun nasib malang menimpa PT XLSMART Telecom Sejahtera (EXCL), meski diborong asing, harganya justru anjlok 14,92% ke level Rp3.250 dan menjadi salah satu penahan laju indeks (top laggards).

Berikut adalah daftar 10 emiten yang mencatatkan nilai beli bersih asing tertinggi pada perdagangan Kamis ini:

NoEmitenNet Foreign Buy (Rp Miliar)
1PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (EXCL)188,84
2PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI)173,60
3PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO)129,28
4PT Barito Pacific Tbk (BRPT)116,77
5PT Darma Henwa Tbk (DEWA)93,44
6PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA)76,51
7PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS)44,79
8PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO)40,23
9PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN)38,99
10PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET)33,03

Saham yang Alami Net Foreign Sell

Di sisi lain, daftar jual bersih asing didominasi oleh perbankan raksasa. Hal yang unik terjadi pada BBCA yang memuncaki daftar jual bersih asing dengan nilai mencapai Rp2.053,69 miliar. 

Meski dilego asing, harga saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) justru ditutup naik 2,49% ke harga Rp7.200 per lembar, menempatkannya sebagai top leader kedua. Kondisi serupa dialami PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) yang menguat 1,54% ke level Rp4.630 meskipun terjadi aksi jual bersih.

Berbeda dengan sektor perbankan yang tetap kuat, saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) menjadi korban tekanan ganda. Selain mengalami jual bersih asing sebesar Rp802,85 miliar, harga saham BUMI juga rontok 14,97% ke angka Rp250 per lembar. 

Hal ini membuat BUMI terjerembap ke dalam daftar top losers sekaligus top laggards perdagangan hari ini.

Berikut adalah 10 emiten dengan nilai net foreign sell tertinggi:

NoEmitenNet Foreign Sell (Rp Miliar)
1PT Bank Central Asia Tbk (BBCA)2.053,69
2PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI)853,63
3PT Bumi Resources Tbk (BUMI)802,85
4PT Aneka Tambang Tbk (ANTM)568,86
5PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI)311,94
6PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM)272,97
7PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC)236,78
8PT Petrosea Tbk (PTRO)214,36
9PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA)156,59
10PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS)125,67