periskop.id - Dewan Komisioner Pengganti Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Hasan Fawzi mengungkapkan langkah konkret OJK untuk meningkatkan transparansi kepemilikan saham dan likuiditas pasar. Langkah itu menyusul pertemuan dengan tim analis MSCI penyedia indeks global pada sore ini

“Pembahasan dengan MSCI berlangsung sangat konstruktif. Masukan mereka sejajar dengan delapan rencana aksi OJK yang telah dicanangkan, khususnya terkait pengungkapan ultimate beneficial ownership (UBO) dan kebijakan free float yang mendorong partisipasi investor lebih luas,” ujar Hasan dalam konferensi pers di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (2/2).

Dalam pertemuan itu, OJK bersama Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) memaparkan sejumlah solusi konkret.

Hasan merinci OJK, BEI dan KSEI sudah memiliki rencana untuk melakukan pemenuhan semua isu tersebut. Pertama, memperbarui aturan disclosure kepemilikan saham yang sebelumnya hanya diungkap untuk porsi di atas 5% kini turun drastis menjadi 1%.

Kedua, klasifikasi investor yang selama ini hanya terbagi dalam 9 tipe utama akan dirinci menjadi 27 sub-tipe, sehingga pengungkapan kepemilikan dan kredibilitas data dapat lebih jelas. Kemudian, ketiga rencana kenaikan free float dari 7,5% menjadi 15% telah disepakati untuk diterapkan secara bertahap bersama seluruh pelaku pasar.

Hasan menambahkan, MSCI juga akan memberikan panduan terkait metodologi perhitungan indeks mereka.

"Kami berkomitmen melakukan regular update kepada publik mengenai progres implementasi ini, sehingga seluruh langkah OJK dan pasar dapat dipantau secara transparan,” sambungnya.

Langkah-langkah ini diharapkan menjadi progres nyata yang tidak hanya memperkuat kredibilitas pasar modal Indonesia. Namun juga membuka peluang pengakuan positif dari MSCI pada evaluasi mendatang.

"Semua inisiatif ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang OJK untuk menjadikan pasar modal Indonesia lebih terbuka, kredibel, dan kompetitif di tingkat global," pungkas Hasan.