periskop.id - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai mundurnya direktur utama Bursa Efek Indonesia (BEI) dan pejabat Otoritas Jasa Keuangan (OJK) justru menjadi sinyal positif bagi pasar. Menurutnya, langkah tersebut menunjukkan adanya pengakuan atas kesalahan pengelolaan pasar dan bentuk tanggung jawab setelah terjadinya koreksi pasar yang dalam.
"Bukankah itu justru pertanda yang baik? Pasar tidak dikelola dengan baik. Dan ketika pasar mengalami koreksi yang dalam, maka mereka harus bertanggung jawab," kata Purbaya dalam acara Indonesia Economic Summit (IES), Jakarta, Selasa (3/2).
Ia menilai, otoritas pasar modal belum merespons secara optimal sejumlah masukan dan persyaratan dari indeks global Morgan Stanley Capital International (MSCI). Padahal, OJK memiliki peran utama dalam menjaga stabilitas dan pengendalian pasar keuangan.
"Selain itu, OJK bertanggung jawab untuk mengendalikan pasar. Keduanya bertanggung jawab atas hal tersebut, termasuk ketua OJK," jelasnya.
Terkait risiko penurunan peringkat Indonesia oleh MSCI, Purbaya menegaskan pemerintah siap memenuhi seluruh persyaratan yang diminta, terutama terkait peningkatan transparansi pasar. Ia menekankan, sebagai Menteri Keuangan, fokus utamanya adalah memastikan perekonomian nasional bergerak ke arah yang benar.
Pemerintah, lanjutnya, akan memastikan belanja negara dilakukan secara optimal dan tepat waktu, terutama pada kuartal pertama dan kedua, serta menjaga ketersediaan likuiditas yang memadai di pasar.
"Kami juga memastikan ketersediaan likuiditas yang cukup di pasar, dan terus memperbaiki iklim usaha," tutupnya.
Tinggalkan Komentar
Komentar