periskop.id - Penjabat Sementara (Pjs) Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Jeffrey Hendrik mengklaim ada kemajuan signifikan usai pertemuan dengan perwakilan Morgan Stanley Capital International (MSCI) awal pekan ini. Kedua pihak menyepakati langkah tindak lanjut terukur untuk menanggapi catatan MSCI terhadap pasar modal Indonesia, menandai momentum penting dalam penyelarasan kebijakan dan ekspektasi investor global.
"Progresnya baik dan sudah ada kesepakatan tindak lanjut, bahkan dengan milestone mingguan,” kata Jeffrey di gedung BEI Jakarta, Rabu (4/2).
Jeffrey menekankan komunikasi dengan MSCI bukan hal baru. Sejak Oktober 2025 BEI telah melakukan diskusi berulang kali, baik di tingkat teknis maupun pimpinan, sebagai bagian dari proses konsolidasi dan penyelarasan kebijakan.
"Tujuannya jelas, memastikan langkah BEI selaras dengan ekspektasi MSCI, menghindari potensi perbedaan penilaian yang bisa memengaruhi persepsi pasar global, sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam indeks global," terang Jeffrey.
Sebelumnya, PJs Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Hasan Fawzi menyebut pembahasan dengan MSCI Senin sore sangat konstruktif, dengan masukan mereka selaras dengan delapan rencana aksi OJK, terutama terkait pengungkapan ultimate beneficial ownership (UBO) dan kebijakan free float yang dirancang untuk memperluas partisipasi investor.
"Pembahasan dengan MSCI berlangsung sangat konstruktif. Masukan mereka sejajar dengan delapan rencana aksi OJK yang telah dicanangkan," ungkap Hasan.
Adapun, dalam pertemuan itu OJK bersama Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) memaparkan sejumlah solusi konkret. Hasan merinci OJK, BEI dan KSEI sudah memiliki rencana untuk melakukan pemenuhan semua isu tersebut. Pertama, memperbarui aturan disclosure kepemilikan saham yang sebelumnya hanya diungkap untuk porsi di atas 5% kini turun drastis menjadi 1%.
Kedua, klasifikasi investor yang selama ini hanya terbagi dalam 9 tipe utama akan dirinci menjadi 27 sub-tipe, sehingga pengungkapan kepemilikan dan kredibilitas data dapat lebih jelas. Kemudian, ketiga rencana kenaikan free float dari 7,5% menjadi 15% telah disepakati untuk diterapkan secara bertahap bersama seluruh pelaku pasar.
Tinggalkan Komentar
Komentar