periskop.id - Pelaksana tugas sementara (Pjs) Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Jeffrey Hendrik memastikan agenda penguatan transparansi pasar modal berjalan sesuai jadwal. Proposal yang telah disampaikan kepada Global Index Provider yakni Morgan Stanley Capital International (MSCI) kini telah memasuki tahap akhir.
Jeffrey menjelaskan, proposal tersebut mencakup pengungkapan (disclosure) pemegang saham dengan kepemilikan di atas 1% serta granularisasi data kepemilikan.
"Proposal kepada MSCI dan FTSE Russell terkait pengungkapan atau disclosure pemegang saham 1% serta granularisasi data itu sudah pada tahap final," ucap Jeffrey saat konferensi pers di gedung BEI, Jakarta, Jumat (20/2).
Langkah ini kata Jeffey dirancang untuk memperjelas struktur kepemilikan emiten, sekaligus menyelaraskan praktik pasar domestik dengan standar transparansi global.
Tak hanya itu, penyempurnaan regulasi pencatatan terkait ketentuan free float 15% juga bergerak sesuai jadwal. Per 19 Februari, proses rule making rule (RMR) telah rampung dan kini memasuki tahap lanjutan di internal bursa.
"Peraturan pencatatan yang terkait dengan free float 15% itu per tanggal 19 kemarin sudah proses rule making rule saat ini sudah memasuki tahap berikutnya di internal bursa," sambungnya.
Jeffrey mengungkapkan setelah finalisasi selesai, draf aturan tersebut akan diajukan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk mendapatkan persetujuan. Di saat bersamaan, BEI juga tengah merampungkan metodologi dan standar operasional prosedur (SOP) untuk penyusunan Shareholders Concentration List.
Jeffrey menegaskan daftar ini akan disusun oleh komite lintas divisi dan lintas Self-Regulatory Organization (SRO) guna memastikan proses yang objektif, terukur, dan dapat dipertanggungjawabkan.
"Terkait dengan shareholders concentration list kami akan memastikan prosesnya dilakukan secara proper. Saat ini kami sedang dalam tahap final untuk penyusunan metodologi dan SOP," tambah dia.
Dengan demikian BEI menegaskan komitmennya untuk memperkuat fondasi transparansi dan tata kelola pasar modal Indonesia langkah strategis untuk menjaga kepercayaan investor, baik domestik maupun global.
Sebagaimana diketahui, BEI bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan KSEI tengah mengusulkan empat langkah strategis ke MSCI dan penyedia indeks global lainnya. Adapun langkah strategis tersebut meliputi, pertama terkait peningkatan transparansi pengungkapan pemegang saham di atas 1% per emiten yang.
Kemudian, kedua pengungkapan data pemegang saham terkonsentrasi atau ultimate beneficial owner (UBO). Selanjutnya, penambahan 28 subkategori investor untuk melengkapi kategori “Corporate” dan “Others”. Hingga terakhir kenaikan batas minimum free float dari 7,5% menjadi 15% dengan implementasi bertahap selama tiga tahun.
Tinggalkan Komentar
Komentar