periskop.id - Pejabat Sementara (Pjs) Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Jeffrey Hendrik mengumumkan kemajuan signifikan dari empat inisiatif strategis yang diajukan kepada penyedia indeks global Morgan Stanley Capital International (MSCI) dan FTSE Russell.

Langkah-langkah ini ditujukan untuk meningkatkan transparansi dan kualitas informasi di pasar modal Indonesia, sekaligus memperkuat kepercayaan investor.

"Untuk itu, pada hari ini dapat kami update terkait empat proposal kepada Global Index Provider, yaitu MSCI dan FTSE Russell yang sebelumnya sudah kami sampaikan," ucap Jeffrey saat konferensi pers di Gedung BEI Selasa (3/3).

Jeffrey merinci detail perkembangan dari masing-masing proposal tersebut yakni pertama yang sudah bisa dinikmati publik adalah pengungkapan nama pemegang saham dengan kepemilikan lebih dari 1%.

"Mulai sore ini, setelah pasar tutup, informasi ini sudah bisa diakses publik di website BEI. Data ini disediakan oleh KSEI,” ungkap Jeffrey.

Selanjutnya, langkah kedua berfokus pada penyediaan data tipe investor yang lebih granular. Data itu nantinya akan memberikan gambaran yang lebih lengkap tentang profil investor, sehingga analis dan pelaku pasar dapat mengambil keputusan investasi dengan lebih tepat dan berbasis informasi yang akurat.

Kemudian, progress ketiga terkait ketentuan free float saham dari 7,5% menjadi 15%. Draft peraturan ini telah rampung disusun di internal BEI setelah melalui public hearing hingga 19 Februari dan kini menunggu persetujuan resmi OJK.

“Sampai saat ini, timeline masih sesuai dengan yang telah kami tetapkan sebelumnya," tambahnya.

Langkah keempat, menyasar ke daftar konsentrasi pemegang saham (shareholders concentration list). Jeffrey mengatakan pihaknya tengah mengasah metodologi melalui koordinasi intensif dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). 

"Saat ini kami terus berkoordinasi secara intens dengan OJK terkait dengan metodologi yang kami harapkan juga ini masih sesuai dengan timeline untuk dapat kami sampaikan pada minggu pertama atau minggu kedua bulan Maret ini," terangnya.

Keempat inisiatif strategis ini menurut Jeffrey adalah bagian dari upaya BEI untuk membangun pasar modal yang lebih transparan, efisien, dan akuntabel. Dengan langkah-langkah ini, BEI berharap ekosistem pasar modal di Indonesia semakin sehat dan memberikan manfaat bagi seluruh pemangku kepentingan.