periskop.id - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini, Jumat 20 Februari 2026 dibuka pada zona hijau. IHSG naik 0,38% ke level 8.305,379. Berdasarkan data RTI, sebanyak 20 saham menghijau, 83 saham terkoreksi, dan 280m saham stagnan.

IHSG hari ini diperkirakan bergerak sideways.  Secara teknikal, terjadi pelebaran histogram positif MACD dan Stochastic RSI mengarah ke overbought. Namun volume jual mengalami kenaikan. 

“Sehingga diperkirakan IHSG akan cenderung bergerak sideways pada kisaran 8.200-8.350,” ulas tim riset Phintraco Sekuritas, Jumat (20/2). Beberapa saham jagoan Phintraco Sekuritas yang menarik diperdagangkan hari ini, antara lain AMMN, TKIM, PSAB, ANTM dan ADMR.

Sebelumnya, IHSG ditutup melemah di level 8,274.08 atau turun 0,43% pada Kamis (19/2), setelah sempat menguat hingga level 8,376. Rupiah ditutup melemah di level Rp16,894 per doalr AS. Sektor teknologi mencatatkan koreksi terbesar, sebaliknya sektor basic materials membukukan penguatan terbesar.

Pada Kamis kemarin, RDG BI mempertahankan BI rate tetap pada level 4.75% untuk kelima kalinya berturut-turut (19/2). Keputusan ini sejalan dengan upaya untuk menstabilkan rupiah yang cenderung melemah, serta untuk menjaga inflasi tetap berada dalam kisaran target BI dan mendukung pertumbuhan ekonomi.

Pertumbuhan kredit mencapai 9,96% YoY di Januari 2026 dari 9.69% YoY di Desember 2025, serta merupakan pertumbuhan tercepat sejak Februari 2025. Investor akan menantikan data Current Account pada kuartal IV 2025 yang diperkirakan membukukan surplus US$2,0 miliar dari surplus US$4,0 miliar yang dicatatkan pada kuartal III 2025.

Selain itu, Indonesia dan AS menandatangani kesepakatan dagang dengan poin-poin di antaranya  AS menyetujui penurunan tarif impor untuk produk Indonesia dari 32% menjadi 19% dan Indonesia menghapus bea impor untuk sebagian besar produk asal AS. Produk minyak sawit Indonesia mendapatkan fasilitas tarif impor 0%. Namun, produk tekstil tetap dikenakan tarif resiprokal sebesar 19%.

Bersamaan dengan perjanjian pemerintah, telah ditandatangani pula 11 Nota Kesepahaman (MoU) sektor swasta kedua negara senilai US$38,4 miliar. Kerja sama ini mencakup sektor mineral kritis, energi, agribisnis, tekstil, dan teknologi semikonduktor.