periskop.id - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini, Senin 2 Maret 2025 berpeluang rebound. Secara teknikal, jika IHSG menembus level 8.100 berpeluang menguji level 7.800-8.000.
“Peluang rebound terbuka jika sentimen global mereda dan domestik solid,” ulas Tim RIste Phintraco Sekuritas, Senin (2/3).
Dari domestik dijadwalkan akan dirilis sejumlah data indikator ekonomi, yaitu S&P Global Manufacturing PMI (2/3), neraca perdagangan Januari 2026 (2/3), inflasi Februari 2026 (2/3) dan cadangan devisa Februari (6/3). Sementara itu penurunan tarif dalam kesepakatan dagang dengan AS dari 19% menjadi 15% berpotensi menjadi faktor positif terhadap sektor berbasis ekspor.
Bebrapa saham pilihan yang menarik dicermati pada perdagangan hari ini, antara lain HRUM, NCKL, SMDR, AMMN, ERAA dan MAIN.
Indeks di bursa Wall Street ditutup melemah pada perdagangan Jumat (27/2) setelah dirilisnya data PPI yang lebih tinggi dari perkiraan dan meningkatkan kekhawatiran terhadap tekanan inflasi yang belum sepenuhnya terkendali. Kecemasan akan sektor AI dan kredit swasta juga ikut menambah tekanan di pasar.
“Pada pekan ini beberapa data ekonomi AS yang dinantikan diantaranya indeks ISM Manufacturing, ISM non-manufacturing, ADP Employment change, Nonfarm payrolls, unemployment rate dan Retail sales,” tulis riset yang sama.
Di sisi geopolitik, terjadi eskalasi konflik setelah AS dan Israel melancarkan serangan ke Iran melalui udara dan laut pada Sabtu (28/2) dan meningkatkan risiko global. Dampaknya harga energi berpotensi naik dan investor global cenderung mengurangi exposure terhadap aset yang berisiko.
Tewasnya pemimpin tertinggi Iran dan tokoh militer penting lainnya dikhawatirkan memicu perang terbuka yang lebih luas, seiring potensi serangan balasan Iran yang menargetkan pangkalan militer Israel dan AS di seluruh kawasan Timur Tengah.
Dampak perang AS-Iran diperkirakan akan menjadi sentimen negatif akibat meningkatnya ketidakpastian global, yang dipengaruhi oleh seberapa lama dan meluasnya perang akan berlangsung. Namun sektor energi dan emas diperkirakan akan menjadi sektor yang diuntungkan karena kenaikan harga komoditas.
Tinggalkan Komentar
Komentar