periskop.id - PT Pertamina Gas Negara Tbk (PGAS) atau PGN, Subholding Gas dari Pertamina kembali mempertahankan peringkat kredit investment grade BBB- dengan Outlook Stabil dari Fitch Ratings untuk mata uang asing maupun rupiah.
Penegasan peringkat tersebut mencerminkan ketahanan fundamental bisnis PGN, kekuatan arus kas, serta posisi strategis perusahaan sebagai pengelola utama infrastruktur gas bumi nasional di tengah dinamika pasar energi.
Afirmasi rating ini juga datang setelah lembaga pemeringkat internasional tersebut melakukan penyesuaian outlook terhadap sejumlah korporasi di Indonesia menyusul perubahan outlook sovereign negara. Meski demikian, PGN dinilai tetap memiliki profil keuangan dan operasional yang solid.
Direktur Keuangan PT Perusahaan Gas Negara Tbk, Catur Dermawan, menyampaikan bahwa penegasan peringkat ini menunjukkan kepercayaan lembaga pemeringkat global terhadap fundamental bisnis dan stabilitas operasional perusahaan.
"Penegasan peringkat BBB- dengan Outlook Stabil mencerminkan ketahanan fundamental PGN yang didukung oleh portofolio infrastruktur gas yang strategis, kinerja operasional yang andal, serta pengelolaan keuangan yang disiplin,” ujar Catur dalam keterangan resmi, Rabu (11/3).
Lebih lanjut Catur menuturkan sebagai pengelola lebih dari 95% jaringan infrastruktur gas bumi di Indonesia, PGN memiliki jaringan transmisi dan distribusi yang luas dan melayani berbagai sektor strategis. Layanan tersebut mencakup sektor industri, pembangkit listrik, komersial hingga rumah tangga.
"Peran ini menempatkan PGN sebagai salah satu operator infrastruktur energi yang krusial dalam sistem energi nasional sekaligus mendukung ketahanan energi domestik," sambung dia.
Adapun,kinerja keuangan perusahaan pada 2025 juga menunjukkan fondasi yang solid. PGN membukukan pendapatan sebesar US$3,9 miliar dengan EBITDA mencapai US$971,2 juta.
Selain itu, perusahaan juga mempertahankan posisi arus kas yang kuat sebesar US$1,3 miliar, yang memberikan fleksibilitas finansial untuk menjaga stabilitas operasional sekaligus mendukung pengembangan infrastruktur gas di masa mendatang.
Profil keuangan PGN juga terus menunjukkan penguatan. Interest coverage ratio meningkat menjadi 17,44 kali pada akhir 2025, dibandingkan 15,83 kali pada tahun sebelumnya. Selain itu, rasio debt-to-equity juga membaik menjadi 30,5%, turun dari 34,6% pada periode sebelumnya.
Ke depan, PGN berkomitmen untuk terus memperkuat fundamental bisnis melalui optimalisasi pemanfaatan infrastruktur gas bumi nasional. Langkah tersebut dilakukan melalui integrasi portofolio pasokan gas pipa dan LNG, serta peningkatan efisiensi operasional guna menjaga keberlanjutan kinerja perusahaan.
“PGN akan terus menjaga keandalan operasional, memperkuat integrasi infrastruktur gas nasional, serta memastikan keberlanjutan pasokan energi bagi pelanggan di seluruh Indonesia,” tutup Catur.
Tinggalkan Komentar
Komentar