periskop.id - PT Hasnur Internasional Shipping Tbk (HAIS), salah satu penyedia jasa logistik dan transportasi laut terkemuka di Indonesia menyetujui penggunaan laba bersih Perseroan tahun buku 2025 dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada Selasa, 10 Maret 2026.

Dalam rapat tersebut, pemegang saham menyetujui pembagian dividen tunai sebesar Rp26,1 miliar atau Rp9,95 per saham, setara 30% dari laba bersih Perseroan yang mencapai Rp87,1 miliar pada 2025. Sementara itu, 70% laba bersih atau Rp60,9 miliar dialokasikan sebagai laba ditahan untuk memperkuat struktur permodalan dan mendukung pengembangan usaha di masa depan.

Direktur Utama HIS Jayanti Sari menyatakan bahwa keputusan pembagian dividen ini mencerminkan komitmen Perseroan memberikan nilai tambah bagi pemegang saham, sekaligus menjaga keseimbangan antara pengembalian investasi dan penguatan fundamental bisnis, meski menghadapi dinamika ekonomi dan politik baik di tingkat nasional maupun global.

“Tahun 2025 merupakan periode yang penuh dinamika bagi industri logistik maritim, khususnya pada segmen pengangkutan batu bara dengan armada tugboat dan barge," ujar Jayanti dalam keterangannya, dikutip Kamis (12/3).

Di sisi lain, fluktuasi harga batu bara global dan tantangan cuaca turut mempengaruhi aktivitas pengangkutan komoditas. Di tengah tantangan tersebut, Perseroan tetap mampu menjaga kinerja yang sehat dan disiplin dalam pengelolaan operasional maupun keuangan.

Jayanti menambahkan, Perseroan akan terus memperkuat ketahanan bisnis melalui peningkatan efisiensi operasional, optimalisasi utilisasi armada, dan diversifikasi layanan logistik, untuk mendukung kebutuhan transportasi laut komoditas di seluruh Indonesia.

Keberhasilan HIS mempertahankan kinerja positif di tengah tantangan industri kata dia merupakan hasil sinergi yang kuat dengan pelanggan, mitra bisnis, dan pemangku kepentingan.

Ke depan, Perseroan akan terus beradaptasi terhadap dinamika industri, menjaga keunggulan operasional, memperluas peluang kerja sama strategis, serta memperkuat kontribusi pada rantai pasok logistik nasional.

"Dukungan pemegang saham dan pemangku kepentingan menjadi fondasi penting untuk pertumbuhan berkelanjutan,” tutup Jayanti.