periskop.id - Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) relatif landai pada perdagangan awal pekan, Senin 30 Maret 2026. Saat berita ditulis, saham BBCA naik 1,26% ke level 6.500. Saham BBCA dibuka pada level 6.400 dan bergerak di rentang 6.350-6.500. 

Sebelumnya, Sejumlah manajemen BCA melakukan pembelian saham melalui mekanisme repurchase agreement. Transaksi ini bertujuan untuk investasi jangka panjang dan tidak memberikan hak pengendalian pada para pembeli.

Transaksi dilakukan secara serentak pada 25 Maret 2026 dengan harga Rp6.982 per lembar. Presiden Komisaris BCA, Jahja Setia Atmadja, menambah kepemilikan sebanyak 802.056 saham, dengan nilai total sekitar Rp5,61 miliar.

Komisaris lainnya, Tonny Kusnadi, membeli 317.892 saham senilai sekitar Rp2,22 miliar. Di jajaran direksi, John Kosasih menambah 626.237 saham, dengan nilai sekitar Rp4,37 miliar, sementara Tan Ho Hien/Subur membeli 618.958 saham, senilai sekitar Rp4,33 miliar.

Vera Eve Lim membeli 549.859 saham, senilai sekitar Rp3,84 miliar, dan Santoso menambah 495.034 saham, dengan nilai sekitar Rp3,45 miliar.

Direksi lain, Lianawaty Suwono, membeli 465.825 saham, senilai sekitar Rp3,25 miliar, sedangkan Frengky Chandra Kusuma menambah 405.990 saham, dengan nilai sekitar Rp2,83 miliar. Semua pembelian ini bersifat tidak langsung dan untuk investasi jangka panjang.

Selanjutnya, Haryanto Tiara Budiman membeli 379.428 saham, senilai sekitar Rp2,65 miliar, A. Widodo Mulyono menambah 240.569 saham, senilai sekitar Rp1,68 miliar, dan Hendra Tanumihardja membeli 147.933 saham, dengan nilai sekitar Rp1,03 miliar.

Secara keseluruhan, 11 petinggi BBCA yang terdiri dari 9 direksi dan 2 komisaris berhasil mengakumulasi sekitar 5,25 juta saham pada harga seragam Rp6.982 per saham, menegaskan strategi investasi jangka panjang manajemen di perusahaan.