periskop.id - PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) menutup tahun 2025 dengan catatan kinerja keuangan yang menunjukkan ketangguhan dan stabilitas di tengah tantangan makroekonomi. Perseroan berhasil meningkatkan penjualan neto konsolidasi sebesar 3%, dari Rp72,60 triliun di 2024 menjadi Rp74,85 triliun, menegaskan posisi ICBP sebagai pemain utama di sektor barang konsumsi.

Laba usaha pun naik tipis 2% menjadi Rp16,66 triliun dari Rp16,32 triliun, dengan marjin laba usaha yang tetap kokoh di 22,3%, mencerminkan efisiensi operasional yang terjaga. Direktur Utama dan Chief Executive Officer ICBP, Anthoni Salim menegaskan bahwa hasil ini membuktikan ketangguhan Perseroan.

"Meskipun menghadapi situasi ekonomi global dan domestik yang penuh tantangan, ICBP mampu mempertahankan performa stabil dan terus memimpin di sektor barang konsumsi," ucapnya dalam keterbukaan informasi BEI Selasa (31/3)

Meski begitu, peningkatan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk terlihat lebih signifikan melonjak 30% menjadi Rp9,22 triliun dari Rp7,08 triliun pada tahun sebelumnya. Angka ini dipengaruhi oleh faktor non-recurring dan selisih kurs.

Di sisi lain, core profit yang menggambarkan kinerja operasional inti Perseroan tercatat turun 4% menjadi Rp9,98 triliun dari Rp10,41 triliun, terutama akibat tekanan kenaikan biaya bahan baku.

"Ke depan, fokus kami adalah memperkuat relevansi produk melalui inovasi yang benar-benar memahami kebutuhan konsumen, memperluas jangkauan pasar baik di Indonesia maupun internasional, serta meningkatkan keunggulan operasional agar pertumbuhan berkelanjutan dapat terus terwujud,” ujar Anthoni.

Dengan pencapaian ini, ICBP tidak hanya menunjukkan ketahanan finansial, tetapi juga menegaskan strategi jangka panjangnya yang berorientasi pada inovasi, efisiensi, dan ekspansi pasar, memastikan Perseroan tetap relevan di tengah dinamika industri yang cepat berubah dan kebutuhan konsumen yang terus berkembang.