periskop.id - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ni, Senin 20 PAril 2026 beprotensi menguat ditopang sejumalh sentimen. Koreksi harga minyak dan aksi korporasi emiten berpotensi menjadi faktor positif bagi pergerakan indeks pekan ini.

“Diperkirakan IHSG akan menguji level 7.700-7.720,” mengutip ulasan Phintraco Sekuritas, Senin (20/4).

Masih dari dalam negeri, pekan ini investor menanti data indikator ekonomi yang akan dirilis.  Di antaranya hasil RDG Bank Indonesia (22/4), pertumbuhan kredit (22/4) dan M2 Money Supply (23/4).

Beberapa saham pilihan yang menarik dicermati pekan ini, antara lain  MDKA, INTP, CLEO, WIIM, ULTJ dan NCKL.

Sebelumnya, indeks di Wall Street ditutup menguat signifikan pada perdagangan Jumat (17/4), setelah Iran mengumumkan bahwa Selat Hormuz sepenuhnya terbuka selama masa gencatan senjata, menyusul laporan tercapainya gencatan senjata antara Israel dan Libanon. Harga minyak melemah tajam, untuk WTI koreksi hampir 12% ke level US$83/barel dan Brent koreksi 9% ke level sekitar US$90/barel (17/4).

Namun Presiden Trump menyatakan bahwa blokade AS terhadap Selat Hormuz masih berlangsung sampai benar-benar tercapai kesepakatan damai antara AS dan Iran. Akibatnya Iran memberlakukan kembali penutupan Selat Hormuz kurang dari sehari setelah membukanya. Iran menyatakan bahwa selat tersebut ditutup hingga blokade AS dicabut (18/4).

Potensi kesepakatan antara Iran dan AS untuk mengakhiri perang masih akan mendominasi pergerakan pasar dan prospek ekonomi global, dengan sinyal menjanjikan dari kedua belah pihak yang mengisyaratkan adanya resolusi, namun di lain pihak juga masih saling memberikan ancaman, menjelang berakhirnya masa gencatan senjata di 21 April 2026

“Investor juga mencermati kelanjutan earning season 1Q26 di Wall Street dan data ekonomi AS seperti retail sales, sektor manufaktur dan jasa,” tulis riset yang sama.

Calon Chairman The Fed, Kevin Warsh, akan memberikan kesaksian di hadapan Kongres dalam pidato publik pertamanya mengenai masalah kargo. Di Asia, PBoC akan menetapkan suku bunga pinjaman utama dan Jepang akan merilis data perdagangan, inflasi, dan PMI.