periskop.id - Pergerakan saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) pada pembukaan bursa hari ini terpantau anjlok 7,41% hingga menyentuh batas auto rejection bawah (ARB) ke level Rp50. 

Direktur Utama GOTO Hans Patuwo menyatakan perusahaan kini tengah menyiapkan kajian operasional untuk merespons kebijakan pemangkasan potongan aplikator yang menjadi pemicu utama pelemahan saham tersebut.

Hans menyampaikan komitmen kepatuhan internal perusahaan tersebut melalui keterangan resmi pada Jumat (1/5). 

"Saat ini kami akan melakukan pengkajian untuk memahami detail, implikasi dan penyesuaian yang diperlukan sesuai dengan peraturan tersebut," katanya.

Ia memastikan pihak manajemen akan terus berkoordinasi dengan pemerintah guna menjamin kelangsungan manfaat bagi mitra pengemudi maupun pelanggan.

Sentimen negatif pasar hari ini muncul seketika usai pengesahan Peraturan Presiden Nomor 27 tentang Perlindungan Pekerja Transportasi Online.

Presiden Prabowo Subianto sebelumnya mengumumkan langsung pengesahan beleid perlindungan sosial dan penyesuaian batas tarif aplikator tersebut.

Prabowo merinci sejumlah jaminan sosial wajib bagi pekerja transportasi daring sesaat setelah penandatanganan aturan baru. "Saya telah tanda tangan Peraturan Presiden Nomor 27 tentang Perlindungan Pekerja Transportasi Online. Yang tadi saya bicara, harus diberi jaminan kecelakaan kerja, akan diberi BPJS Kesehatan, asuransi kesehatan," ujarnya.

Beleid pemerintah ini turut merombak skema tarif dengan mewajibkan aplikator memberikan porsi pendapatan minimal 92% kepada pengemudi.

"Juga tadi pembagian pendapatan dari 80% untuk pengemudi sekarang menjadi minimal 92% untuk pengemudi," ujarnya.

Keputusan pemangkasan drastis pendapatan aplikator inilah yang langsung memukul laju pergerakan saham GOTO di lantai bursa.

Saham perusahaan teknologi ini mencetak rekor harga terendah sejak melantai perdana pada 2022 lalu.

Perdagangan saham emiten ini tercatat sangat aktif menembus volume 15,73 juta lembar dengan frekuensi transaksi 36,54 kali.

Nilai transaksi saham GOTO menyentuh angka Rp1,7 triliun sekaligus menjadikannya emiten paling ramai diperdagangkan hari ini.

Kapitalisasi pasar penyedia layanan transportasi daring dan niaga elektronik ini tercatat masih bertengger pada angka Rp58,17 triliun.

Pelemahan ekstrem harga saham ini ironisnya terjadi di tengah capaian positif GOTO mencetak laba bersih perdana sebesar Rp171 miliar pada periode Januari-Maret.

Pencapaian kuartal pertama ini berhasil membalikkan posisi rugi bersih sebesar Rp367 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Kinerja EBITDA Grup yang disesuaikan juga tercatat positif menyentuh Rp907 miliar atau sejalan dengan target pencapaian setahun penuh.