periskop.id - PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) mengumumkan kinerja keuangan kuartal pertama 2026. Perseroan mencatatkan laba bersih untuk pertama kali sebesar Rp171 miliar, berbalik dari rugi bersih Rp367 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Secara tahunan, terjadi perbaikan kinerja sebesar Rp538 miliar.
Menysul capaian tersebut, saham GOTO terpantau anyep. Saham GOTO naik 5,66% ke level 56 pada penutupan sesi I. Saham GOTO dibuka pada level 56 dan bergerak pada rentang 55-58. Dalam sepekan, GOTO terkoreksi 1,75% dan tutun 18,84% sejak awal tahun atau secara year to date (YTD).
Direktur Utama Grup GoTo Hans Patuwo mengatakan, capaian laba bersih untuk pertama kalinya dalam sejarah GoTo ini menjadi momen penting bagi perseroan. Kinerja positif tersebut didorong oleh pertumbuhan skala bisnis yang signifikan. Jumlah Pengguna Bertransaksi Tahunan (Annual Transacting Users/ATU) tercatat tumbuh 22% secara tahunan menjadi 69 juta pengguna.
“Hal itu mencerminkan kerja keras tim selama bertahun-tahun dalam mendorong pertumbuhan pendapatan, mengelola biaya secara disiplin, dan menciptakan nilai nyata bagi pelanggan kami, konsumen, mitra pengemudi dan mitra usaha,” kata Direktur Utama Grup GoTo Hans Patuwo dalam keterangan resmi.
Dari sisi topline, pendapatan bersih GoTo meningkat 26% YoY menjadi Rp5,3 triliun, seiring dengan lonjakan GTV inti sebesar 65% YoY menjadi Rp138 triliun. Sementara itu, total nilai transaksi bruto (GTV) grup mencapai Rp236 triliun, naik 63% YoY.
“Pertumbuhan pendapatan melebihi pertumbuhan biaya secara signifikan, baik di bisnis Fintech maupun On-demand Services. Biaya layanan kami juga menurun seiring dengan strategi teknologi dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) kami yang mulai membuahkan hasil,” kata Direktur Keuangan Grup GoTo Simon Ho.
Dari sisi profitabilitas, EBITDA grup yang disesuaikan mencapai Rp907 miliar, melonjak 131% YoY, yang menjadi awal kuat menuju target EBITDA setahun penuh di kisaran Rp3,2 triliun hingga Rp3,4 triliun.
Selain itu, GoTo juga mencatatkan arus kas bebas disesuaikan positif sebesar Rp1,3 triliun, mencerminkan perbaikan fundamental bisnis serta disiplin dalam pengelolaan biaya.
Kontribusi dari ekosistem juga terlihat dari imbalan jasa e-commerce dari PT Tokopedia yang mencapai Rp288 miliar, menunjukkan sinergi yang semakin kuat dalam platform terintegrasi GoTo.
Manajemen menegaskan bahwa pencapaian laba bersih ini merupakan hasil dari fokus jangka panjang perusahaan dalam membangun bisnis yang berkelanjutan. GoTo juga menyoroti bahwa strategi berbasis ekosistem yang mengintegrasikan layanan transportasi, e-commerce, dan keuangan digital, menjadi keunggulan kompetitif utama.
Ke depan, GoTo akan terus menjaga keseimbangan antara pertumbuhan dan profitabilitas, dengan fokus pada inovasi produk, peningkatan pengalaman pengguna, serta ekspansi layanan bernilai tambah.
Tinggalkan Komentar
Komentar