Periskop.id - PT Samudera Indonesia Tbk (SMDR) menetapkan dividen tunai total Rp196,5 miliar atau setara Rp12 per saham untuk tahun buku 2025. Keputusan itu disahkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar di Samudera Kirana, Sunter, Jakarta, Rabu (24/6).
Dari total dividen tersebut, sebagian sudah dicairkan lebih awal melalui dividen interim senilai Rp40,9 miliar atau Rp2,5 per saham yang dibayarkan pada Agustus 2025.
Sisa yang kini diputuskan sebagai dividen final tercatat Rp155,5 miliar, ekuivalen Rp9,5 per saham. Angka inilah yang akan dikucurkan kepada pemegang saham setelah RUPST memberi persetujuan.
Penetapan dividen ini sudah memperhitungkan rencana pengembangan usaha perseroan. Manajemen SMDR berencana menambah tiga unit kapal baru ke dalam armada, yakni dua kapal tanker berkapasitas 4.000 deadweight tonnage (DWT) dan satu kapal peti kemas berkapasitas 10.100 DWT.
Besaran dividen tersebut sebelumnya telah diumumkan manajemen, lalu diusulkan secara resmi dalam forum RUPST untuk mendapat persetujuan pemegang saham.
Dari sisi kinerja, SMDR membukukan pendapatan sebesar US$737,4 juta sepanjang 2025, tumbuh 9% dibandingkan tahun sebelumnya. Earnings before interest, taxes, depreciation, and amortization (EBITDA) perseroan naik lebih tinggi, yakni 18% secara tahunan menjadi US$200,2 juta.
Di sisi profitabilitas, laba usaha perusahaan jasa angkutan laut itu terkoreksi 3% menjadi US$96,5 juta. Namun laba bersih justru bergerak ke arah berlawanan, naik 3% ke level US$52,1 juta.
Posisi keuangan SMDR hingga penghujung 2025 terpantau solid. Aset lancar perseroan tercatat US$623,6 juta, ditopang kas dan setara kas senilai US$317,7 juta.
Di sisi liabilitas, utang berbunga SMDR tersebar ke tiga pos. Utang bank jangka pendek tercatat US$42,3 juta, Sukuk Ijarah US$49,7 juta, serta utang bank jangka panjang US$160,5 juta.
Ekuitas perseroan terjaga di level US$773,5 juta hingga akhir tahun lalu.
as a preferred
Tinggalkan Komentar
Komentar