Periskop.id - Masa penawaran umum perdana saham PT Bach Multi Global Tbk (BACH) dan PT Esa Medika Mandiri Tbk (EMMI) resmi berakhir pada Senin (6/7/2026) pukul 09.00 WIB. Proses penjatahan efek dari kedua emiten juga dijadwalkan tuntas di hari yang sama.

Periode penawaran berlangsung selama tiga hari kerja, yakni 2 hingga 6 Juli. Setelah penjatahan rampung, distribusi saham akan dijalankan pada 7 Juli, dan keduanya resmi tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) keesokan harinya, 8 Juli.

BACH bergerak di bidang distribusi genset untuk sektor industri. Perusahaan ini terafiliasi dengan grup Djarum, dengan Martin Basuki Hartono dan Viktor Rahmat Hartono tercatat sebagai ultimate beneficial owner (UBO) melalui PT Global Telekomunikasi Prima (GTP).

Harga final IPO BACH ditetapkan Rp442 per saham. Angka itu berada di titik tengah rentang book building yang sebelumnya dipatok pada kisaran Rp400 hingga Rp500.

Dengan harga tersebut, total dana yang dihimpun BACH dari aksi korporasi ini mencapai Rp271,8 miliar.

Sementara itu, EMMI menerbitkan sekitar 522,8 juta saham baru dalam IPO ini, setara 30% dari total saham perseroan. Emiten yang bergerak di bidang produksi alat kesehatan itu menetapkan harga final Rp470 per saham.

Dana IPO yang diraup EMMI mencapai Rp245,7 miliar.

EMMI berfokus pada penyediaan peralatan ruang kritikal di rumah sakit, antara lain mesin anestesi, monitor pasien, instrumen bedah, dan infusion pump.

Hingga saat ini, perseroan telah melayani lebih dari 200 rumah sakit dan institusi layanan kesehatan di seluruh Indonesia.

Untuk menopang produksinya, EMMI mengoperasikan dua fasilitas pabrik. Pabrik pertama berlokasi di Cikupa, Tangerang, Banten, dengan luas 3.000 meter persegi. Pabrik kedua berdiri di Karanganyar, Jawa Tengah, dengan luas 200 meter persegi.