Periskop.id - Sepuluh saham mencatatkan penurunan harga terbesar di Bursa Efek Indonesia (BEI) sepanjang pekan perdagangan 29 Juni hingga 3 Juli 2026. Tren pelemahan ini terjadi bersamaan dengan pergerakan mayoritas saham yang berakhir di zona merah selama sepekan.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada periode tersebut ditutup turun 0,35% ke level 5.875,780, dari posisi 5.896,134 pada penutupan pekan sebelumnya.

Kapitalisasi pasar BEI turut menyusut 0,14% menjadi Rp10.287 triliun, dibandingkan Rp10.302 triliun pada akhir pekan lalu.

Daftar 10 Saham Top Losers BEI 29 Juni, 3 Juli 2026

Berdasarkan data statistik BEI per Sabtu (4/7/2026), PT Geoprima Solusi Tbk dengan kode saham GPSO memimpin daftar ini dengan penurunan paling dalam, yakni 29,90%, sehingga harganya berada di Rp286.

Posisi kedua ditempati PT Panin Sekuritas Tbk (PANS) yang terkoreksi 20,38% ke Rp1.465. Tepat di bawahnya, PT KDB Tifa Finance Tbk (TIFA) melemah 19,55% ke Rp214.

PT Super Energy Tbk (SURE) menyusul dengan penurunan 18,81% ke Rp2.720, sementara PT Trimegah Karya Pratama Tbk (UVCR) tergerus 18,35% ke Rp129.

PT Sarana Meditama Metropolitan Tbk (SAME) membukukan koreksi 18% ke Rp328. PT Tira Austenite Tbk (TIRA) turun 15,71% ke Rp590.

PT Bhakti Multi Artha Tbk (BHAT) merosot 14,90% ke Rp1.770, diikuti PT Clipan Finance Indonesia Tbk (CFIN) yang berkurang 14,81% ke Rp322.

Posisi kesepuluh dipegang PT Multi Medika Internasional Tbk (MMIX) dengan penurunan 13,48% ke Rp610.

Ringkasan Performa IHSG Sepekan

Secara keseluruhan, IHSG bergerak melemah tipis 0,35% sepanjang pekan ini. Kondisi itu turut menekan nilai kapitalisasi pasar BEI yang berkurang sekitar Rp15 triliun dalam sepekan.

Bagi investor yang memegang salah satu dari sepuluh saham di atas, ada baiknya mencermati kembali fundamental emiten sebelum mengambil keputusan lanjutan.