Periskop.id - Norwegia memulangkan Brasil lebih awal dari Piala Dunia 2026 lewat kemenangan 2-1 di babak 16 besar, Senin (6/7). Dua gol Erling Haaland jadi penentu, meski penalti Neymar di injury time babak kedua sempat memperkecil kedudukan.

Sejatinya, Brasil lebih dulu mendapat peluang emas. Penalti diraih Selecao di menit ke-10, tapi Bruno Guimaraes gagal mengeksekusinya.

"Ini tim yang hebat, mereka senang bersama-sama, mereka berlatih dengan baik, mereka saling membantu dan melindungi satu sama lain," kata pelatih Norwegia Stale Solbakken kepada Reuters seusai laga di New Jersey Stadium, Senin (6/7).

Kegagalan penalti Bruno Guimaraes membuka jalan bagi Haaland. Striker Norwegia itu lantas menjelma menjadi teror nyata bagi lini belakang Brasil dengan dua kali membobol gawang Alisson Becker.

Kekalahan ini memperpanjang catatan kelam Brasil. Selecao selalu dihentikan wakil Eropa di tujuh edisi Piala Dunia terakhir, tanpa terkecuali.

Rivalitas dengan Norwegia sendiri sudah lama jadi batu sandungan tersendiri bagi Brasil. Pada pertemuan pertama di Piala Dunia 1998, Brasil yang berstatus juara bertahan kala itu takluk 1-2 dari Norwegia di matchday terakhir fase grup.

Rekor pertemuan kedua tim di ajang resmi pun belum pernah berpihak kepada Brasil. Jika laga-laga friendly turut dihitung, Norwegia mencatatkan tiga kemenangan dan dua seri tanpa sekalipun kalah dari Selecao.

Norwegia dengan demikian menjadi satu-satunya negara yang belum pernah dikalahkan Brasil, baik di laga resmi maupun uji coba.

Solbakken menyebut kekuatan timnya bukan sekadar soal kualitas individu, melainkan budaya kolektif yang dibangun dalam skuad. Ia menekankan pentingnya kebebasan dan kepercayaan antaratlet sebagai fondasi tim.

"Kami punya budaya yang kuat dan kami membiarkan orang untuk menjadi yang mereka mau dan berkata sesuka mereka, itu bagian yang sangat penting dari semua ini, baik di saat senang maupun susah," pungkas Solbakken.