Periskop.id- Ada malam-malam tertentu dalam sepak bola yang terasa seperti ditulis khusus untuk satu orang. Laga Argentina melawan Austria di Grup J Piala Dunia 2026 yang berakhir Selasa (23/6) WIB, menjadi salah satunya. Lionel Messi datang ke Dallas Stadium, AS, dengan beban sejarah di pundaknya, gagal mengeksekusi penalti pada awal pertandingan, lalu bangkit dengan dua gol yang membuat namanya berdiri sendirian di puncak daftar pencetak gol terbanyak sepanjang masa Piala Dunia.

Argentina menang 2-0 atas Austria, tetapi cerita paling besar dari pertandingan itu bukan hanya tiga poin. Cerita utamanya adalah Messi yang kembali menolak terlihat selesai. Dua hari sebelum ulang tahunnya yang ke-39, ia mencetak gol ke-17 dan ke-18 di Piala Dunia, melewati rekor Miroslav Klose yang bertahan sejak 2014.

Momen itu terasa makin manusiawi karena dimulai dari kegagalan. Pada menit awal, Messi mendapat penalti setelah Lautaro Martinez dijatuhkan di kotak terlarang. Ia mengambil bola, berdiri di titik putih, lalu melepaskan tendangan yang justru melebar. Untuk ukuran Messi, ini bukan adegan yang biasa. Untuk ukuran sejarah, kegagalan itu justru membuat malamnya terasa lebih dramatis.

Sepak bola selalu menyukai paradoks seperti itu. Pahlawan tidak selalu datang dari awal yang sempurna. Kadang, ia lahir dari satu kegagalan yang kemudian dibayar lunas.

Gol ke-17 yang Mengubah Sejarah

Messi akhirnya memecah kebuntuan pada menit ke-39. Facundo Medina mengirim umpan dari sisi kiri. Bola mengalir ke area berbahaya, lalu Messi menyambarnya dengan kaki kiri. Sepakan itu masuk ke pojok bawah gawang Austria.

Sekilas, gol itu tampak seperti gol-gol Messi yang sudah terlalu sering kita lihat: gerakan sederhana, penyelesaian dingin, dan bola yang seperti tahu ke mana harus pergi. Namun, angka di balik gol itu membuatnya berbeda.

Itu adalah gol ke-17 Messi di Piala Dunia. Dengan gol tersebut, ia resmi melewati Miroslav Klose yang selama bertahun-tahun menjadi pemilik rekor gol terbanyak Piala Dunia putra dengan 16 gol.

Klose mencetak 16 gol dalam empat edisi Piala Dunia bersama Jerman. Rekor itu dulu terasa sangat tinggi, bahkan nyaris mustahil dikejar. Namun, Messi melampauinya dalam perjalanan yang jauh lebih panjang, penuh luka, final yang kalah, final yang menang, dan satu karier internasional yang sempat berkali-kali dipertanyakan.

Pada 2014, Messi melihat Klose mengangkat Piala Dunia bersama Jerman setelah Argentina kalah di final. Dua belas tahun kemudian, Messi melewati rekor gol Klose sebagai kapten Argentina, sebagai juara bertahan dunia, dan sebagai pemain yang masih memikul harapan satu negara.

Gol ke-18, Messi Lewati Marta

Cerita tidak berhenti pada gol pertama. Pada masa injury time, Messi kembali mencetak gol. Ia menyambar bola rebound dari tembakan Julian Alvarez yang sempat diblok, lalu memastikan Argentina menang 2-0.

Gol kedua itu membuat koleksi Messi menjadi 18 gol di Piala Dunia. Angka ini bukan hanya membuatnya melewati Klose dalam daftar putra. Messi juga melewati Marta, legenda Brasil di sepak bola putri, yang memiliki 17 gol di Piala Dunia putri.

Dengan 18 gol, Messi kini berdiri sebagai pencetak gol terbanyak dalam sejarah Piala Dunia, baik dalam kategori putra maupun secara keseluruhan jika dibandingkan dengan catatan individu turnamen putra dan putri.

Ada ironi indah di sini. Messi, yang selama bertahun-tahun dianggap “kurang lengkap” karena belum membawa Argentina juara dunia, kini justru menjadi pemain dengan rekor paling agung di panggung yang dulu sering digunakan untuk menghakiminya.

Rekor yang Datang Setelah Penantian Panjang

Messi pertama kali tampil di Piala Dunia pada 2006. Ia masih remaja, masuk sebagai pemain muda dengan rambut panjang dan wajah yang belum sepenuhnya lepas dari kesan pemalu. Dalam laga melawan Serbia dan Montenegro, ia langsung mencetak gol dan assist. Saat itu, dunia mungkin sudah tahu bahwa ia istimewa, tetapi belum tahu sejauh apa kisah ini akan berjalan.

Perjalanan itu kemudian tidak selalu mulus. Pada Piala Dunia 2010, Messi tidak mencetak gol. Pada 2014, ia membawa Argentina ke final, tetapi pulang dengan luka setelah kalah dari Jerman. Pada 2018, Argentina tersingkir dari Prancis dalam laga yang seolah menjadi tanda,  generasi Messi akan habis tanpa trofi dunia.

Lalu datang 2022. Di Qatar, Messi tidak hanya menjadi juara dunia. Ia menjadi pusat emosi Argentina. Ia mencetak gol di fase grup, babak gugur, semifinal, hingga final. Ia mengubah narasi kariernya dari “belum lengkap” menjadi “abadi”.

Kini, di Piala Dunia 2026, Messi datang bukan untuk membuktikan, ia layak disebut legenda. Itu sudah selesai. Ia datang seperti seseorang yang sedang menikmati bonus dari hidupnya sendiri. Menariknya, bonus itu justru berubah menjadi rekor baru.

Pemain Pertama yang Tampil di Enam Piala Dunia

Rekor gol bukan satu-satunya catatan besar Messi di Piala Dunia 2026. Saat tampil di turnamen ini, Messi menjadi pemain pertama yang tampil dalam enam edisi Piala Dunia.

Ia sudah tampil pada 2006, 2010, 2014, 2018, 2022, dan 2026. Catatan ini membuat Messi melampaui kelompok elite yang sebelumnya bermain dalam lima edisi Piala Dunia.

Lebih dari sekadar angka, enam Piala Dunia berarti enam fase kehidupan. Dari remaja berbakat, pemain terbaik dunia, kapten yang gagal, kapten yang bangkit, juara dunia, hingga ikon yang masih mencetak rekor menjelang usia 39 tahun.

Tidak banyak atlet yang mampu bertahan sepanjang itu di level tertinggi. Lebih sedikit lagi yang masih menjadi penentu pertandingan pada usia tersebut.

Penampilan Terbanyak di Piala Dunia

Laga melawan Austria juga mempertegas status Messi sebagai pemain dengan penampilan terbanyak dalam sejarah Piala Dunia. Pertandingan itu menjadi laga ke-28 Messi di turnamen ini.

Sebelumnya, Messi sudah melewati rekor Lothar Matthaus yang mencatat 25 penampilan. Dengan format Piala Dunia 2026 yang menambah babak 32 besar, peluang Messi untuk memperpanjang rekor ini masih terbuka jika Argentina terus melaju.

Rekor penampilan ini memberi konteks penting terhadap rekor golnya. Messi bukan tipe pencetak gol murni seperti Klose atau Ronaldo Nazario. Ia juga playmaker, pengatur ritme, pembuka ruang, dan pemberi assist. Karena itu, ketika ia berada di puncak daftar gol, rekor tersebut terasa lebih luas maknanya.

Ia tidak hanya mencetak banyak gol. Ia mencetak banyak gol sambil tetap menjadi pusat permainan.

Gol Beruntun di Enam Laga Piala Dunia

Gol ke gawang Austria juga memperpanjang tren mencetak gol Messi di Piala Dunia menjadi enam laga beruntun. Ini menunjukkan, Messi bukan hanya mencetak rekor karena akumulasi panjang, tetapi juga karena performa yang masih tajam dalam edisi terbaru.

Pada Piala Dunia 2026, Messi langsung membuka turnamen dengan hattrick ke gawang Aljazair. Itu adalah hattrick pertamanya di Piala Dunia dan membuatnya menyamai rekor Klose dengan 16 gol. Setelah itu, ia mencetak dua gol ke gawang Austria dan naik sendirian di puncak daftar sepanjang masa.

Dua pertandingan, lima gol. Untuk pemain yang hampir berusia 39 tahun, angka itu nyaris tidak masuk akal.

Peluang Messi Jadi Top Skor Piala Dunia 2026

Saat ini, Messi juga berada di jalur kuat untuk menjadi pencetak gol terbanyak Piala Dunia 2026. Dengan lima gol dari dua laga, ia memimpin perburuan Sepatu Emas sementara.

Keunggulan Messi cukup signifikan karena para pesaing terdekat baru berada di kisaran tiga gol dan dua gol. Nama seperti Deniz Undav dan Jonathan David menjadi pesaing dekat dengan tiga gol. Sementara itu, Kylian Mbappe, Erling Haaland, Harry Kane, Vinicius Junior, Cody Gakpo, dan beberapa nama lain masih berada di kelompok dua gol.

Peluang Messi menjadi top skor Piala Dunia 2026 terbuka lebar karena beberapa alasan.

Pertama, Argentina sangat mungkin melaju jauh. Setelah menang atas Aljazair dan Austria, Argentina sudah berada di posisi kuat untuk lolos dari Grup J. Semakin jauh Argentina melaju, semakin banyak menit bermain dan peluang yang tersedia untuk Messi.

Kedua, Messi masih menjadi pusat serangan Argentina. Meski Argentina punya Lautaro Martinez, Julian Alvarez, Thiago Almada, Nico Gonzalez, dan Enzo Fernandez, arah serangan tetap banyak berputar di sekitar Messi. Penalti, bola mati, umpan akhir, dan momen penyelesaian penting masih sering jatuh kepadanya.

Ketiga, format Piala Dunia 2026 memberi tambahan peluang. Dengan 48 peserta dan adanya babak 32 besar, pemain dari tim yang melaju jauh bisa mendapat satu pertandingan tambahan dibanding format lama. Bagi pemburu gol seperti Messi, satu laga ekstra bisa sangat berarti.

Namun, persaingan tetap belum selesai. Mbappe adalah pemenang Sepatu Emas 2022 dan masih menjadi ancaman serius. Haaland datang dengan reputasi predator kotak penalti. Harry Kane punya pengalaman dan eksekusi penalti yang tajam. Jonathan David dan Deniz Undav juga sudah memberi sinyal bahwa mereka bisa menjadi kejutan.

Messi memimpin, tetapi turnamen masih panjang. Satu hattrick dari pesaing lain bisa mengubah papan top skor dalam semalam. Namun, dengan lima gol dalam dua laga, Messi sudah memiliki fondasi yang sangat kuat.

Rekor yang Paling “Messi”

Hal paling menarik dari rekor ini adalah caranya tercipta. Messi tidak melewati Klose dengan penalti bersih pada awal laga. Ia justru gagal penalti dulu. Ia memberi ruang bagi keraguan untuk muncul. Lalu, seperti sering terjadi sepanjang kariernya, ia menjawab dengan kaki kirinya.

Di situlah sisi humanis cerita ini. Messi bukan tokoh yang selalu berjalan mulus. Ia pernah pensiun dari timnas setelah kalah final Copa America. Ia pernah dicap tidak punya jiwa pemimpin. Ia pernah dianggap terlalu Barcelona dan kurang Argentina. Ia pernah begitu dekat dengan Piala Dunia, lalu pulang hampa.

Tetapi di usia yang membuat banyak pemain sudah lama berhenti bermimpi, Messi masih ada di sana. Masih mengejar bola. Masih mencari ruang. Masih membuat stadion berdiri.

Rekor 18 gol ini bukan hanya angka. Ini adalah rangkuman dua dekade: dari bocah Rosario yang debut pada 2006, pria yang menangis di final, kapten yang mengangkat trofi 2022, hingga legenda yang pada 2026 masih menulis ulang sejarah.

Rekor Messi yang Terkait Piala Dunia

Berikut sejumlah rekor besar Messi di Piala Dunia hingga saat ini:

-Pencetak gol terbanyak sepanjang masa Piala Dunia dengan 18 gol.

-Pencetak gol terbanyak Piala Dunia putra, melewati Miroslav Klose dengan 16 gol.

-Melewati rekor keseluruhan Marta yang memiliki 17 gol di Piala Dunia putri.

-Pemain pertama yang tampil di enam edisi Piala Dunia.

-Pemain dengan penampilan terbanyak dalam sejarah Piala Dunia dengan 28 laga.

-Satu-satunya pemain yang mencatat assist di lima edisi Piala Dunia.

-Salah satu pemain dengan kontribusi gol terbanyak dalam sejarah Piala Dunia, karena ia tidak hanya mencetak gol, tetapi juga aktif memberi assist.

-Pemain tertua yang mencetak hattrick di Piala Dunia, setelah memborong tiga gol melawan Aljazair pada usia 38 tahun.

-Mencetak gol dalam enam laga Piala Dunia secara beruntun.

-Menjadi pemain Argentina pertama yang benar-benar mendominasi daftar rekor individu Piala Dunia setelah era Diego Maradona.

Daftar Pencetak Gol Terbanyak Sepanjang Masa Piala Dunia

Lionel Messi, Argentina: 18 gol

Miroslav Klose, Jerman: 16 gol

Ronaldo Nazario, Brasil: 15 gol

Gerd Muller, Jerman Barat: 14 gol

Kylian Mbappe, Prancis: 14 gol

Just Fontaine, Prancis: 13 gol

Pele, Brasil: 12 gol

Sandor Kocsis, Hungaria: 11 gol

Jurgen Klinsmann, Jerman: 11 gol

Helmut Rahn, Jerman Barat: 10 gol

Gary Lineker, Inggris: 10 gol

Gabriel Batistuta, Argentina: 10 gol

Teofilo Cubillas, Peru: 10 gol

Grzegorz Lato, Polandia: 10 gol

Thomas Muller, Jerman: 10 gol

Pada akhirnya, rekor Messi ke gawang Austria terasa seperti bab terakhir yang masih menolak selesai. Ia sudah menjadi juara dunia, sudah memecahkan rekor penampilan, sudah melewati Klose, sudah berada di puncak daftar gol, dan kini masih memimpin persaingan top skor Piala Dunia 2026.

Bagi banyak pemain, satu saja dari semua itu cukup untuk dikenang. Bagi Messi, semuanya seolah berkumpul dalam satu kisah panjang yang belum benar-benar ingin menutup halaman terakhirnya.